Portalarjuna.net, Pasuruan — Universitas Yudharta Pasuruan membuka pendaftaran Pemilihan Duta Multikultural 2026 mulai 24 September hingga 9 Oktober 2026. Panitia mengajak mahasiswa semester 3 dan 5 untuk mengikuti ajang yang mendorong mahasiswa menjadi representasi nilai multikulturalisme di lingkungan kampus.
Ketua Pelaksana Pemilihan Duta Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan 2026, M. Afifuddin, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keberagaman yang mewarnai kehidupan kampus.
“Universitas Yudharta merupakan kampus yang memiliki keberagaman, baik dari latar belakang mahasiswa, budaya, maupun pemikiran. Karena itu, keberagaman tersebut perlu terus dirawat dan diwujudkan dalam kehidupan kampus,” ujar Afifuddin.
Menurut Afifuddin, pemilihan tersebut juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan kepedulian sosial.
“Tujuan utamanya adalah mencari dan membentuk mahasiswa yang mampu menjadi representasi Universitas Yudharta dalam menyuarakan nilai-nilai multikulturalisme, toleransi, dan keberagaman,” katanya.
Pendaftaran Dibuka hingga 9 Oktober
Panitia menetapkan beberapa persyaratan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti pemilihan. Peserta harus berstatus mahasiswa aktif semester 3 atau 5, memiliki IPK minimal 3,00, mempunyai wawasan luas, berpenampilan menarik, dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian seleksi.
Kemampuan bahasa asing juga menjadi nilai tambah bagi peserta.
Afifuddin mengatakan panitia tidak menetapkan batas jumlah peserta. Panitia justru berharap semakin banyak mahasiswa mengambil kesempatan untuk mengikuti pemilihan.
“Semakin banyak mahasiswa yang berpartisipasi, semakin banyak pula potensi yang bisa kami temukan,” ujarnya.
Panitia kemudian menggelar Technical Meeting secara daring pada 11 Oktober 2026. Seleksi 1 berlangsung pada 17 Oktober, Seleksi 2 pada 24 Oktober, dan Seleksi 3 pada 31 Oktober 2026.
Setiap tahapan menghadirkan penilaian dan tantangan berbeda. Panitia menggunakan setiap tahapan untuk melihat kemampuan dan potensi peserta secara lebih menyeluruh.
Tak Hanya Mencari Penampilan
Afifuddin menegaskan bahwa panitia tidak hanya melihat penampilan peserta. Mereka juga mencari mahasiswa yang memiliki wawasan, kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta kepedulian terhadap keberagaman.
“Kami tidak hanya mencari mahasiswa yang memiliki penampilan menarik. Yang paling penting adalah bagaimana seseorang memiliki wawasan yang luas, kemampuan komunikasi yang baik, percaya diri, memiliki sikap terbuka terhadap perbedaan, mampu menghargai keberagaman, serta memiliki kemauan untuk berkontribusi,” jelasnya.
Panitia juga mengevaluasi pelaksanaan pemilihan pada tahun sebelumnya. Tahun ini, panitia memberikan ruang yang lebih luas agar peserta dapat menunjukkan kemampuan dan potensinya.
“Jadi bukan hanya melihat kemampuan tampil, tetapi juga wawasan, karakter, komunikasi, dan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai multikultural,” katanya.
Peserta Ingin Berkontribusi Lebih Luas
Salah satu peserta tahun ini, Erliyana Putri, mahasiswa Program Studi Psikologi semester 5, melihat pemilihan tersebut sebagai kesempatan untuk memberikan dampak bagi orang lain dan berkontribusi di lingkungan kampus.
Erliyana juga ingin mendapatkan pengalaman baru sekaligus memperluas jaringan melalui proses pemilihan tersebut.
Menurut Erliyana, multikulturalisme menjadi salah satu ciri yang membedakan Universitas Yudharta dari kampus lain. Ia melihat perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun persaudaraan dan toleransi.
“Menurut saya multikulturalisme di Universitas Yudharta ini sesuatu yang menjadi pembeda dari kampus lain, karena perbedaan di sini itu bukan malah dijadikan suatu problem, melainkan suatu keberagaman untuk memperkuat sebuah persaudaraan antar sesama, terutama di lingkungan kampus,” ungkapnya.
Erliyana menyiapkan dokumen pendaftaran dan memperdalam pengetahuan tentang multikulturalisme serta Universitas Yudharta. Ia juga menyiapkan konsep advokasi untuk menghadapi proses seleksi.
Siapkan Advokasi “NALA”
Jika terpilih, Erliyana ingin terlibat dalam berbagai kegiatan kampus dan membawa program yang mendorong mahasiswa untuk berkembang.
Ia menyiapkan konsep advokasi bernama NALA, singkatan dari Nyalakan Aksi dan Luaskan Asa.
Melalui program tersebut, Erliyana ingin mendorong mahasiswa agar tidak berhenti pada impian. Ia ingin mahasiswa berani mengubah impian menjadi aksi nyata.
Erliyana juga ingin melibatkan mahasiswa, figur lain, dan masyarakat di luar kampus. Dalam konteks multikulturalisme, ia berencana mempertemukan orang-orang dengan latar belakang berbeda agar mereka dapat saling mengenal dan bertukar pengetahuan.
“Saya akan mengajak orang-orang yang berbeda dengan kita untuk saling bertukar pengetahuan agar saling mengenal dan belajar,” katanya.
Erliyana berharap keikutsertaannya dalam pemilihan dapat memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya selama menjalankan tugas sebagai duta, tetapi juga setelah masa tugasnya berakhir.
Afifuddin pun mengajak peserta untuk tidak sekadar mengejar gelar Duta Multikultural. Ia berharap mahasiswa memanfaatkan seluruh proses pemilihan untuk belajar, berkembang, mengenali potensi diri, dan mendapatkan pengalaman baru.
“Siapa pun yang nantinya terpilih, kami berharap bisa menjadi representasi mahasiswa Yudharta yang mampu membawa semangat toleransi, keberagaman, dan persatuan,” pungkasnya.
Author : Diki Yoga Firnando




