POLEMIK Habeb Syech dan Gus Nuril

""

hqdefaultPortalArjunaJatim. 20 Februari, KH Nuril Arifin Husein yang sering disapa dengan Gus Nuril GN, pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Abdurrahman Wahid ‘diturunkan’ dari atas panggung ketika berceramah di Masjid As-Su’ada, Jl. Bekasi KM 18, Pulogadung, Jakarta Timur, Hal ini sempat menjadi add topic obrolan NGOPI.Com 23/02/15, disela-sela analisa video Youtube dengan judul “HABIB SYEKH: KYAI YG CERAMAH DI GEREJA ITU KYAI ORA WARAS” yang disambung dengan video “GUS NURIL MENJAWAB HABIB SYECH” dalam potongan video pertama kongret habeb syech menyatakan kiai yang keluar masuk gereja untuk berceramah. Menurut beliau, orang-orang semacam itu adalah sesat dan menyesatkan, Kiai yang mengisi ceramah di gereja sudah kelewat batas, dan seharusnya Toleransi yang diterapkan tidak sampai pada masalah Aqidah artinya hanya sebatas perkara duniawi, misalnya kita mempnyai tetangga non-muslim yang kekurangan, maka seorang muslim wajib membantunya.

Kaitannya dengan pernyataan toleransi yang dipaparkan oleh Habib Syekh, Dalam Segi Syari’at (kalangan awam) ngopi.com sepakat dengan paparan beliau, Namun rasanya sulit untuk menerima pernyataan HS bahwa kiai-kiai yang berceramah di gereja adalah orang-orang yang tidak waras, kemudian sebutan ‘otaknya rusak’ (campur uget-uget). Pernyataan ini menggeneralisasi dan bisa menggiring opini khalayak ramai. Apalagi dalam video terlihat jamaah yang mengaguk-ngangukan kepala.

Sebenarnya tidak masalah ulama masuk ke gereja untuk berdiskusi, seminar, atau berceramah dalam misi kerukunan dan perdamian antar umat beragama. Namun memang sebaiknya tidak perlu ditonjolkan dan dimukhottobkan sehingga dikuatirkan menimbulkan konflik antar umatnya dalam segi pemahaman.

Video yang diambil di gresik ini cukup banyak tersebar melalui media youtube.com hinggah GN pun yang sering masuk keluar gereja menjadi tersingung, dan beliau sampaikan pada suatu momen pengajian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad (Gus Nuril Menjawab Habib Syech). Dalam video berdurasi 13:39 tersebut, nampak betul kekesalan GN terhadap kecaman-kecaman yang dituduhkan Habib Syech.

Awalnya ceramah GN tentang kerukunan antarelemen bangsa, kemudian wajarnya dakwah ke berbagai kalangan masyarakat, serta pentingnya menjalin hubungan dengan nonmuslim. Dan sempat pula beliau mengungkapkan kiprah pengislaman beliau terhadap seorang pendeta dari China yang bernama Dr.Bina Suhendra yang saat ini duduk dikursi bendahara PBNU. Tentu hal ini patut diapresiasi. Namun dalam videonya GN menyatakan bahwa HS hanyalah mantan supir bus di Arab. Jelas pernyataan ini adalah sindiran yang berlebihan. Beliau juga sampaikan bahwa nama ‘Syech’ pelantun padang bulan ini merupakan nama asli yang diberikan orang tunya bukan merupakan nama gelar. Menurut ngopi.com peryataan tersebut tidak pantas menjadi open area ditengah umat.

Ada beberapa kesamaan dalam pernyataan kedua tokoh diatas. Pertama, keduanya menyatakan dirinya sebagai tokoh Ulama (NU). HS mengatakan bahwa beliau merupakan anggota mustasyar NU, sedangkan GN menyampaikan bahwa beliau adalah pemimpin pendekar Pagar Nusa dan Banser NU pasukan berani mati. Kedua,adanya tuduhan materialistic antar keduanya, HS menuding bahwa sosok-sosok kiai yang masuk gereja semacam ‘itu’ memiliki motivasi fulus. Sedangkan GN, secara menyindir, sosok HS diundang “Sholawat” kemana-mana sudah baik, sudah dapat imbalan 60-70jt setiap kalinya. Ketiga sama-sama mengungkapkan kekesalan emosional. HS mengatakan ‘tidak waras’ dan GN berkata ‘goblok’ dalam tanggapannya.

Harapan Ngopi.com adalah persetruan ini tidak menjadi polemic yang berkepanjangan, yang dimungkinkan dapat merusak sendi persatuan NU khususnya. karena keduanya hidup dibawah bendera sama yakni NU. setidaknya menanggapi fenomena tersebut saran ngopi.com, para pembesar maupun partisipan NU harus sikap dan tanggap, karena antara HS maupun GN saling mempunyai ma’mum terbilang banyak yang dikuatirkan terjadi konflik pertikain, setidaknya temukan kedua bela pihak, berdiskusi dan kibarkan bendera perdamaian meski beda pandangan.(MF)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.