Ketua MUI: Atas nama Rais Aam PBNU, saya instruksikan warga NU tidak turun aksi 112

""

Portalarjuna.net- Sebagaiman dilangsir dalam Nu.online. 08/02 Ketua MUI yang sekaligus Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin intruksikan warga NU tidak ikut turun aksi yang direncanakan 11 Februari mendatang.

Atas nama Rais Aam PBNU, saya instruksikan warga NU tidak turun aksi 112”

KH Ma’ruf Amin juga menyampaikan bahwa untuk menjaga negara perlu ada kerjasama yang baik antara ulama dan umara. Agak sulit rasanya menjaga Negara tanpa adanya kesatuan kekuatan antara ulama dan umara tadi.

Ia memuji peran Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang mampu mengendalikan situasi politik nasional beberapa waktu ini, dengan mendekati dan melibatkan para ulama. Kiai Ma’ruf juga mendukung imbauan Kapolda Banten, Brigjen Polisi Listyo Sigit Prabowo agar masyarakat Banten tidak ikut aksi 112.

Aksi 112 merupakan aksi dari Front Ummat Islam, termasuk Front Pembela Islam, dan beberapa ormas lainnya. dan Diinformasikan juga sudah ada kelompok masyarakat dari Jawa Timur melaksanakan long march menuju Jakarta.

Penanggung jawab aksi damai 112, Muhammad Alkhatat mengisyaratkan akan menggelar aksi di Mesjid Istiqlal Jakarta Pusat.Kegiatan dalam aksi tersebut ,kata Alkhatat merupakan agenda berdoa untuk bangsa .Intinya meminta keselamatan dan ketenangan demi suksesnya Pilgub DKI ((okezone.com, selasa 9/2).Selanjutnya Alkhatat menyebut estimasi massa sekitar 100 ribu hingga 200 ribu jiwa. (kompasiana.com)

Meskipun demikian KH Ma’ruf yang sempat dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan penistaan Agama Ahok ini tetap meminta kepada seluruh ulama khususnya di Banten agar menjaga umat dari ajaran atau akidah-akidah yang menyimpang. Menurutnya, ajaran atau akidah menyimpang, akan mengubah arus cara berfikir dan gerakan yang mengarah ke ekstrim radikal. Baik itu radikal agama maupun radikal sekuler.

“Nahdlatul Ulama itu harus saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi. Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah, Ukhuwah Insaniyah, ditambah satu lagi Ukhuwah Nahdliyyah,” kata KH Ma’ruf Amin, saat memaparkan pendapatnya sebagai Keynote Speech  pada Silaturahim dan Dialog Kebangsaan Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren dan Syuriah PCNU se-Banten, di Pesantren An-Nawawi, Tanara, Serang, Rabu (8/2). Sebagamana dalam Nu.online

Penambahan satu Ukhuwah Nahdliyyah, lanjut dia, jangan sampai ketika seluruh warga NU menjalankan Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyyah, dan Insaniyah, justru terpecah-pecah sesama warga atau di internal NU sendiri. Makanya, perlu ditambah Ukhuwah Nahdliyyah.

 

Tags: ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.