Kurangi Sampah Residu di ponpes Ngalah, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UYP Gelar pelatihan managemen sampah di kawasan pesantren

""

Portalarjuna.net-_Sengonagung, 27 Juni 2019, bertempat di ruang Hall Meet gedung  Nusantara Lantai 3 Universitas Yudharta Pasuruan Tim Pengabdian Dosen UYP menggelar kegiatan workshop bertajuk “Pelatihan Management Sampah dikawsan Pesantren Ngalah”. Pesantren Ngalah, dipilih sebagai lokasi pengabdian mengingat jumlah emisi dan residu sampah yang meningkat di setiap tahunnya. Hal ini salahsatunya disebabkan jumlah santri yang terus meningkat di setiap tahunnya. Hingga kini, Pondok Pesantren Ngalah memiliki 15 asrama dengan penghuni sekitar 300 di masing-masing asrama.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Amang Fathurrohman, M.PdI mengungkapkan bahwa hampir 1 ton sampah di produksi oleh pesantren setiap hari. Sayangnya, angka produksi sampah yang begitu tinggi belum mendapat penanganan yang baik., Setidaknya masing-masing asrama harus mengeluarkan uang  lebih dari 1 juta setiap bulan sebagai biaya operasional pengelolahan sampah. Itu artinya, lebih dari 15 Juta dikeluarkan setiap bulan sebagai biaya operasional sampah pesantren di setiap bulan. “Kami harap, melalui kegiatan ini minimal santri mengalami perubahan perilaku, yang awalnya membuang sampah langsung asal buang saja, menjadi lebih sadar pentingnya memilah dan mengolah sampah dengan baik”paparnya.

Dr. M. Daimul Abror, S.Sos, M.Si menuturkan kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh masing-masing pengurus asrama, khususnya Biro Kebersihan Pondok Pesantren Ngalah yang di harapkan mampu menjadi promotor program tata kelola sampah melalui pemaksimalan piket harian kamar dan asrama. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberi arahan untuk membuat mekanisme penjemputan dan pemilahan sampah sesuai jenisnya sebelum sampai di Depo Sampah sehingga sampah organic bisa diolah menjadi pupuk kompos, sementara sampah non organic dapat diambil kembali nilai kemanfaatan ekonominya. Tak hanya itu, peserta juga dibekali pelatihan penggunaan aplikasi bank sampah sebagai alat bantu penerapan program tersebut.

“Bila program ini berhasil, diharapkan dapat mengurangi jumlah emisi yang dihasilkan dari pembakaran sampah  pesantren setiap harinya.. Sampah organic bisa diolah menjadi pupuk kompos, sementara sampah non organic dapat diambil kembali  nilai kemanfaatan ekonominya. Setidaknya dapat meringankan biaya operasional  pengolahan sampah sebelumnya.”  papar Dr. M. Daimul Abror,S.Sos, M.Si di sela-sela kegiatan workshop. Lebih lanjut lagi, diharapkan santri dapat menerapkan konsep zero waste di lingkungan pesantren  dengan meminimalisir jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya. (DN)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.