Makna dan Prosesi Lebaran Kupatan di Tulungagung

""

PortalArjuna.net-Tulungagung, Dalam merayakan momen lebaran di Indonesia memiliki banyak tradisi, selain berkumpul dengan keluarga, silaturahmi dengan tetangga dan kerabat di beberapa daerah juga memiliki tradisinya masing-masing untuk merayakan Hari Raya Lebaran. Salah satunya tradisi Kupatan di Tulungagung.

Kupatan merupakan hasil dari pemikiran para Walisongo dalam menyebarkan dakwah Islam melalui budaya. Umumnya, tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Jawa yang selalu digelar setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Biasanya dilakukan pada 7 hari setelah hari raya idul fitri.

Untuk pelaksanaannya, di Desa Kedungwilut, Kecamatan Bandung dilakukan di masjid atau musholla, pada malam hari di tanggal 8 bulan syawal atau di pagi harinya. Dalam perayaan warga setempat dapat membawa hidangan yang akan disantap bersama. Hidangan yang dibawa didominasi dengan ketupat serta sayur sebagai pelengkapnya, seperti opor ayam dan lain-lain.

“disini perayaan kupatan dilakukan 7 hari setelah hari raya idul fitri, guna untuk memberikan hari raya kepada orang yang melaksanakan puasa 6 hari di bulan syawal. Selain itu, kupatan juga di gunakan sebagai tradisi untuk menjaga dari keslahan” ujar Bapak Ahmad Syaroni selaku tokoh agama di desa kedungwilut, kecamatan Bandung.

Tradisi Kupatan tidak hanya sekedar perayaan yang dilakukan tanpa makna. Kupatan memiliki filosofis tersendiri. Kata “kupat” berasal dari bahasa jawa “ngaku lepat” (mengakui kesalahan). Hal ini menandakan kita sebagai manusia biasa pasti tak lepas dari kesalahan dengan sesama. Maka dari itu, dengan adanya kupatan setahun sekali ini, harapannya kita bisa saling memaafkan.

Dari segi hidangannya, janur sebagai bungkus ketupat, berasal dari kata “ja a nur” yang berarti telah datang cahaya. Hal ini melambangkan kondisi umat muslim setelah mendapatkan pencerahan cahaya selama bulan suci Ramadlan, kembali kepada kesucian/jati diri manusia (fitrah insaniyah) yang bersih dari noda serta bebas dari dosa. Sedangkan dari isi ketupat, yakni berasal dari beras terbaik yang dimasak sampai menggumpal “kempel”, memiliki makna kebersamaan dan kemakmuran.

Secara keseluruhan ketupat memiliki banyak makna sebagaimana yang telah diketahui oleh masyarakat Jawa. Namun hakikatnya sama, Lebaran Kupatan sebagai bentuk perayaan untuk saling memaafkan segala kesalahan dan melimpahkan kebaikan sesama. (Irnaa)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.