Jelang New Normal, Ada Kampung Tangguh dan Pos Digital di Tulungagung

""

PortalArjuna.net-Tulungagung, Wacana the new normal atau tatanan kehidupan yang baru di tengah Pandemi terus digaungkan. Pemerintah sudah memutuskan 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota yang disiapkan untuk penerapan new normal.

Di Tulungagung, Jawa Timur sendiri sudah disiapkan sebuah kampung dimana warga yang masuk dan keluar wajib menerapkan protokol kesehatan. Kampung Tangguh Semeru yang terletak di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Tiap kendaraan yang memasuki kampung tersebut akan disemprot disinfektan. Begitupun dengan warga akan melalui alat thermo gun untuk diukur suhu tubuhnya. Kemudian, disiapkan juga fasilitas untuk mencuci tangan.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Budi Indra Dermawan mengatakan terdapat pula Pos Digital Astuti dimana warga bisa berinteraksi dengan aparat kepolisian tanpa harus bertatap muka.

“Ini satu-satunya Kampung Tangguh yang memiliki Pos Digital Astuti di Jawa Timur, bahkan di Indonesia. Keberadaan Pos Digital Astuti ini memudahkan interaksi masyarakat dengan Polri. Mudah-mudahan terbentuknya Kampung Tangguh ini dapat menjadi contoh bagi kampung yang lain dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Budi, Senin (1/6).

Selain itu, juga disediakan panic button. “Kejadian kontinjensi yang tidak dapat ditangani oleh masyarakat, segera tekan tombol tersebut dan sampaikan kendala yang dihadapi. Polisi akan langsung datang ke lokasi dalam waktu kurang dari 5 menit,” katanya.

Sejumlah fasilitas umum yang disediakan, lanjutnya, antara lain, ruang karantina mandiri, dapur umum, lumbung pangan hingga bank sampah yang dimodifikasi jadi pembibitan lele, mobil ambulans dan pasukan pemulasaran jenazah sesuai protokol Covid-19.

Sementara Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia memaparkan mekanisme dan langkah-langkah strategis pencegahan penyebaran Covid-19 di Kampung Tangguh Semeru. Menurut dia, setiap warga yang masuk ke kawasan Kampung Tangguh wajib menaati protokol kesehatan. Di antaranya, pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan kendaraan dengan cairan disinfektan, mengenakan masker serta penerapan social distancing dan physical distancing.

“Khusus di Tulungagung, setiap kecamatan minimal ada dua desa yang kita buat Kampung Tangguh Semeru. Kedepannya kita akan upayakan minimal ada lima Kampung Tangguh Semeru di setiap kecamatan, sehingga benar-benar mampu menekan penyebaran Covid-19, khususnya di Kabupaten Tulungagung,” paparnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi Sutrisno berharap keberadaan pos digital dapat memudahkan komunikasi masyarakat dengan petugas kepolisian tanpa harus bertatap muka.

“Artinya, ini sejalan dengan program physical distancing untuk pencegahan penyebaran Corona. Karena meskipun tanpa bertemu secara fisik, warga bisa komunikasi dengan petugas,” ujar Aris.

Dijelaskan Aris, selain untuk komunikasi seputar layanan kepolisian, pos digital itu juga bisa digunakan untuk memberi sinyal darurat kepada polisi, sebab telah dilengkapi dengan tombol panic button.

https://m.merdeka.com/peristiwa/jelang-new-normal-ada-kampung-tangguh-pos-digital-di-tulungagung.html

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.