Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 18 Juni 2026

Instagram dan Kesehatan Mental

portalarjuna.net, Pasuruan — Instagram telah menjadi bagian penting dalam kehidupan generasi muda. Melalui platform ini, pengguna dapat berbagi foto, video, dan cerita sehari-hari dengan mudah. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul fenomena hiperealitas yang dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri dan lingkungannya.

Hiperealitas adalah kondisi ketika seseorang lebih percaya pada gambaran yang muncul di media daripada kenyataan yang sebenarnya. Di Instagram, banyak pengguna hanya menampilkan momen terbaik dalam hidup mereka. Mereka memilih foto yang menarik, menyunting gambar, dan menyusun unggahan agar terlihat sempurna. Akibatnya, banyak orang menganggap kehidupan di media sosial sebagai gambaran nyata.

Fenomena ini sering mendorong munculnya perbandingan sosial. Sebagian pengguna merasa hidupnya kurang menarik setelah melihat unggahan orang lain. Mereka kemudian merasa minder, cemas, atau tidak puas terhadap diri sendiri. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, kesehatan mental dapat terganggu.

Bagi anggota Media Masjid Darut Taqwa, fenomena ini menjadi pengingat penting. Media sosial seharusnya menjadi sarana menyebarkan manfaat dan inspirasi. Karena itu, pegiat media dakwah perlu menghadirkan konten yang jujur, edukatif, dan bermanfaat. Mereka tidak perlu mengejar popularitas dengan mengorbankan nilai dan etika.

Anggota media juga perlu memahami bahwa jumlah pengikut dan tanda suka bukan ukuran utama keberhasilan. Nilai seseorang tidak bergantung pada penilaian pengguna internet. Sebaliknya, kualitas diri dan manfaat yang diberikan kepada orang lain jauh lebih penting.

Untuk menjaga kesehatan mental, generasi muda dapat membatasi waktu penggunaan media sosial. Mereka juga perlu menghindari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Selain itu, mereka dapat memperbanyak kegiatan positif, mempererat hubungan sosial secara langsung, dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.

Media sosial hanyalah alat. Pengguna menentukan arah dan dampaknya melalui cara mereka memanfaatkan platform tersebut. Karena itu, anggota Media Masjid Darut Taqwa perlu bersikap kritis dan bijak saat menggunakan media sosial. Sikap ini akan membantu mereka menghadapi berbagai informasi yang terus bermunculan setiap hari.

Melalui pemahaman yang baik tentang hiperealitas, generasi muda dapat menggunakan Instagram secara lebih sehat. Mereka dapat menikmati manfaat teknologi tanpa terjebak dalam ilusi dunia digital. Dengan begitu, media sosial dapat menjadi ruang dakwah, pembelajaran, dan penyebaran kebaikan bagi banyak orang.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial