Lestarikan Sejarah Majapahit, Relawan NU lepas Ikan Dewa di Sungai Kedung Bunder

""

Pelepasan ikan dewa di aliran sungai kedung bunder Kawasan pacet oleh relawan Nu.

PortalArjuna.Net- Mojokerto, Puluhan relawan NU melepaskan ikan dewa di sungai Kedung Bunder Dusun Sumber Bendo, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto demi melestarikan bibit ikan yang sudah mulai langka dan sebagai bentuk menjaga perjalanan sejarah Mojokerto.

Pelepasan bibit ikan yang sudah mulai langka keberadaannya dan memiliki nama latin Genus Tor dan Neolissochilus di perairan wilayah pacet dan trawas sudah jarang di jumpai. Ikan yang biasa dipanggil warga setempat ikan dewa ini memiliki sejumlah sebutan di beberapa daerah seperti Kancera Bodas (Sunda), Mangur atau Lempon (Jawa Tengah), Semah (Kalimantan dan Sumatra).

Puluhan relawan yang terlibat yakni dari Welirang Community, Tagana Kabupaten Mojokerto, Penghobi mancing casting, dan LPBI-NU. Kegiatan tersebut bertujuan menjaga kelestarian ikan dan sungai, yang konon memiliki sejumlah mitos maupun legenda majapahit dibeberapa daerah di jawa timur.

Karena menurut anam, ketua LPBI-NU, kepunahan ikan penuh misteri ini tak lain karena di masa perkembangannya yang sangat sulit dan sangat lambat, yakni dengan jangka waktu 5 tahun untuk mencapai berat 1 kilogram, belom lagi kondisi aliran sungai yang sudah tercemar oleh sampah rumah tangga ataupun limbah.

“Dengan dilepaskan ikan di sungai liar, kita hanya berharap kesadaran masyarakat agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan. Seperti nyetrum atau meracuni ikan, itu melanggar undang-undang” harapnya.

Sebelumnya, aliran sungai yang memiliki lebar enam meter menuju DAS Kromong Dua terpilih sebagai lokasi pelepasan liar ikan dewa tersebut, sudah di swakakan sehingga bersih dari upaya meracuni ikan dan penyetruman.

Untuk itu, pihaknya berharap agar masyarakat khususnya generasi sekarang maupun anak cucu nanti masih bisa melihat dan menyaksikan ikan endemi pegunungan lokal tersebut. (Ila)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.