Berikut Ini Tanda Jamur yang Sudah Tidak Layak Konsumsi

""

PortalArjuna.Net-Pasuruan, Jamur yang sudah tidak layak konsumsi memiliki beberapa tanda yang mudah dikenali. Anda perlu untuk mengenalinya karena hal ini akan berefek pada kesehatan.

Ada banyak jenis jamur yang tumbuh di tanah Indonesia. Tetapi pada umumnya, jamur yang aman dikonsumsi adalah jamur merang, jamur kancing, jamur kuping, maupun jamur tiram. Jamur-jamur tersebut dapat diolah sedemikian rupa agar menjadi santapan yang amat lezat.

sebelum mengolah hidangan jamur ada baiknya anda memperhatikan kualitas jamur itu sendiri. Berikut ini dirangkum beberapa tanda jamur yang sudah tidak layak konsumsi.

1. Berlendir

Jika lapisan jamur telah berlendir maka hal ini merupakan tanda yang paling umum dan utama yang tidak pantas lagi untuk dikonsumsi manusia. Kemungkinan besar lendiran jamur tersebut akan mengembangkan jamur yang berbahaya. Hal ini disebabkan karena jamur sudah disimpan terlalu lama di dalam kulkas.

2. Berbintik Hitam

Tanda bintik hitam pada kelopak maupun pada batang jamur tentu membuat jamur tersebut tidak bagus lagi untuk dikonsumsi. Jadi jangan lupa untuk mengecek terlebih dahulu kondisi permukaan jamur sebelum diolah menjadi sebuah bentuk hidangan makanan.

3. Beraroma Busuk

Bau busuk tandanya bahwa jamur sudah tidak patut lagi untuk dikonsumsi. Untuk mengetahui aromanya, biasanya jamur yang sudah busuk akan memantulkan yang mirip aroma amonia tanpa harus mendekatkan hidung pada jamur. Sedangkan aroma jamur yang masih segar cenderung beraroma ringan dan tidak kuat menyengat.

4. Mengerut

Jamur yang disimpan bisa saja menjadi berkerut bahkan kering. Pada jamur tertentu jamur yang mengerut itu terjadi ketika mengalami dehidrasi. Maka dengan demikian, jika menemukan tanda ini segeralah buang.

5. Disimpan Melebihi 2 Minggu

Tanpa penyimpanan yang tepat, jamur akan rusak serta tidak layak pakai. Nah jika anda menyimpan jamur di dalam kulkas, sebaiknya paling lama disimpan 7 hari saja. Hal ini tentu untuk menghindari hal-hal yang berdampak buruk bagi kesehatan. (Irnaa)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.