Dengan Hanya ‘Ngasak’ Ibu Sulastri Rawat 5 Anak Yatim Piatu

""

Gambar : Ibu Sulastri, Suami dan 5 anak asuh 


Portalarjuna.Net-Jember, Ibu Sulastri adalah seorang yang berbaik hati mengasuh 5 anak yatim piatu, usianya sudah 50 tahun, beliau hanya pencari sisa beras dikala panen tiba, orang Jember menyebutnya “Ngasak”. Meski begitu, perempuan paruh baya yang tangguh ini tidak patah semangat untuk mencari nafkah demi kelima anak asuhnya .

Suami Ibu Sulastri pergi merantau ke Surabaya untuk menjadi kuli bangunan, dengan suaminya merantau ke Surabaya tidak membuat mereka merasa nyaman, karena penghasilan sang suami juga terbilang begitu keci, hanya cukup untuk makan saja.

Oleh karena itu, Ibu Sulastri harus rela berpanas-panasan demi sebulir nasi untuk menghidupi 5 anak yatim piatu yang diasuhnya agar tidak kelaparan.

“Memang tidak banyak hasil yang saya dapat dari ngasak, sebagian saya masak sendiri, sebagian lagi saya jual untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” kata Ibu Sulastri.

Selama ini, Ibu Sulastri tinggal diatas tanah pekarangan warga dengan rumah yang sangat sederhana. Tetapi beberapa waktu lalu harus angkat kaki dari tempat yang telah ditempati dengan 5 anak asuhnya.

”Karena ada masalah dengan sang pemilik pekarangan, aku dan 5 anak asuhku harus pindah dari sana,” ujar Ibu Sulastri dengan raut muka yang sedih.

Beruntungnya ada yang berbaik hati, ada saudara yang menawarkan lahan kosong gratis untuk di tempati, hingga kemudian tim Dhuafa dari komunitas Berita Gumukmas (BG) datang untuk menawarkan bantuan membuatkan rumah untuk Ibu Sulastri dan 5 anak asuhnya tersebut.

Walau rumahnya hanya berukuran 4×7, namun Ibu Sulastri sangat bahagia, ia mengaku merasa lega dan senang saat mengunjungi rumah barunya tanpa takut untuk pindah lagi.

Sulastri bercerita bahwa 5 anak asuh yang tinggal bersamanya adalaha keponakannya, yakni anak dari adik Ibu Sulastri sendiri, adiknya meninggalkan 5 anak , yang pertama berusia 14 tahun, dan yang terakhir berusia 3 tahun.

 

(AQN)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.