
PortalArjuna.net – Kopi menjadi salah satu potensi perkebunan yang ada di Desa Gerbo. Tak terkecuali di Dusun Kejoren, sekelompok tani ‘Jaya Mulya’ mampu mengolah kopi khas dari Desa Gerbo.
Diketahui kelompok tani ‘Jaya Mulya’ berdiri sejak tahun 2017. Kelompok tani ini tidak hanya mengolah kopi, kelompok tani ini juga bergerak di bidang lain seperti pertanian, peternakan, dan perkebunan.
Menurut informasi dari Sekretaris Jaya Mulya, Supriyanto (07/10) mengungkapkan bahwa proses pengolahan kopi dimulai dari budidaya kopi. Setelah kopi siap dipanen, kopi akan segera dipetik dari pohonnya.
Kopi yang telah terkumpul, akan masuk pada proses Lembang. Proses ini bertujuan untuk melihat kualitas dari kopi. Pada proses ini, kopi akan dimasukkan kedalam air. Kopi dengan kualitas terbaik akan turun kedasar air, sedangkan kopi yang kurang berkualitas akan mengambang.
Kemudian, kopi dengan kualitas terbaik akan dimasukkan kedalam mesin pengupas. Dimana pada mesin pengupas akan terjadi proses pengupasan kulit luar pada kopi.
Setelah terpisah dari kulitnya, kopi akan dijemur sampai benar-benar kering. Selanjutnya kopi akan dimasukkan ke mesin boiler. Didalam mesin tersebut akan terjadi pengelupasan kulit-kulit ari pada kopi.
Tahap selanjutnya, kopi akan dimasukkan kembali pada sebuah mesin sortir. Mesin ini memiliki beragam sortir, diantaranya sortir besar, sortir kecil, sortir lebih kecil, dan sortir sampah. Tujuan dari mesin sortir untuk menyamakan tingkat kematangan dari kopi saat disangrai.
Seusai disortir, kopi akan dimasukkan kedalam mesin sangrai. Proses sangrai ini sangat penting untuk menentukan kenikmatan kopi nantinya. Pasalnya pada proses ini tingkat kematangan kopi akan ditentukan, baik untuk kopi yang pahit, sedang, atau biasa.
Terakhir, kopi akan dimasukkan pada mesin penggiling kopi atau selep kopi. Tentunya dalam proses ini kopi akan diubah menjadi bubuk kopi.
Bubuk kopi yang telah siap akan dimasukkan keadalam packaging dan kopi-kopi tersebut siap untuk di pasarkan, baik didalam Desa Gerbo sendiri, maupun ke luar Desa Gerbo.
Supriyanto juga menjelaskan, dalam sehari proses pengolahan kopi bisa mencapai sekitar 150 kg. Tak hanya itu, beliau juga mengatakan selain didapatkan dari kebun kelompok, biji-biji kopi juga didapat dari masyarakat Desa Gerbo sendiri.
(AN)








