PortalArjuna.Net, Malang – Prana ia memperkenalkan dirinya, anak yang masih duduk di bangku kelas 2 SDN 5 Kota Lama Malang ini harus turut mengemban beban keluarga. Setiap hari ia harus berjuang melawan terik sengitnya matahari dan derasnya hujan badai. Dengan bergantian dengan sang kakak ia menjual satu demi satu roti kepada pengunjung transmart dan malang town square. Memiliki jiwa yang pantang menyerah dan pemalu anak berusia tujuh tahun ini harus melewati beratnya hidup. Dengan berbekal kotak roti dan sendal jepit yang sudah usai dia mengait rupiah demi rupiah agar kebutuhan hidupnya untuk tetap bersekolah bisa terlaksana
Bak superhero ia membawa sendiri sekotak roti sendiri dan menolak beberapa tawaran orang untuk membantunya. Sesekali ia dan keluarga memanfaatkan hujan untuk ojek payung. Ia adalah putra ke lima dari enam bersaudara. Walaupun bukan kalangan orang berada tapi ia tetap berprestasi disekolah nya. Tidak jarang ia mendapat peringkat dikelas. Dengan kebesaran hati ia rela mengorbankan masa – masa indah untuk bermain bersama temanya demi membantu perekonomian keluarga.
“kalau berangkat dari rumah jam 8 pagi terus pulang jam 9 malem. Jualanya gantian sama mas saya, mas putra. Hari minggu gini dari pagi kalau hari – hari biasa sepulang sekolah jualanya. Biar nisa bantu ayah sama ibu, Kesini dianter ayah naik bentor terus nanti kalau roti saya sudah habis gantian kakak saya yang jualan roti disini”. Ungkapnya sambil tidak lupa dengan tersenyum. Sikap tawadhu’ dan pemalunya membuat siapapun merasa kagum dengan bocah bak superhero itu. Tangga antara malang town square dan transmart tempat ia mangkal untuk menjejalkan daganganya. Tanpa merasa lelah dan panas ia tetap semangat agar dagangan yang ia punya terjual tanpa sisa. Sesekali ia membelikan mainan untuk sang adik dari hasil penjualan rotinya, betapa besar kegigihan seorang Prana. Ia tetap menjalani hari – harinya dengan tawa. Semoga kelak kau menjadi orang yang sukses.\
Author : Septhia BRMD











