Pasuruan, Jawa Timur
Jumat, 1 Maret 2024

Penjualan Buah-buahan di Pasar Lawang Menurun Drastis Pasca Pandemi Covid-19

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Lawang, – Seiring dengan meluasnya pandemi Covid-19 di Indonesia, pasar-pasar tradisional di seluruh negeri merasakan dampak yang signifikan pada berbagai sektor ekonomi. Salah satu sektor yang merasakan perubahan drastis adalah penjualan buah-buahan di Pasar Lawang, Kabupaten Malang. Sejak terjadi pandemi, penjualan buah-buahan di pasar ini telah menurun secara drastis.

Menurut wawancara dengan beberapa penjual buah-buahan di Pasar Lawang, mereka mengeluhkan penurunan drastis pelanggan yang datang ke pasar setelah pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, pasar ini selalu ramai dengan pembeli dari berbagai kalangan masyarakat, baik penduduk setempat maupun wisatawan yang berkunjung ke Lawang.

Salah satu penjual buah-buahan, Ibu Sunarya mengatakan, “Sebelum pandemi, saya bisa menjual selusin Alpukat dalam waktu sehari. Namun saat ini, saya hanya bisa menjual sepertiga dari itu. Banyak sekali pelanggan tetap yang memilih untuk tidak keluar rumah dan membeli secara online atau di supermarket yang lebih aman dari segi protokol kesehatan.”

Pandemi Covid-19 juga berdampak pada supply distribusi buah-buahan. Banyak petani yang mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil panen mereka ke pasar-pasar tradisional seperti Pasar Lawang. “Saya jualan dari jam 12 malam sampai habis.. barangnya ya hasil kulakan bulan panen sendiri nanti kalau ga habis yaa rugi di perjalanan pulang perginya dari Purwodadi ke pasar setiap hari”ujar, Bu sunarya

Dalam menghadapi masa sulit ini, penjual buah-buahan di Pasar Lawang berharap situasi akan membaik dan pasar akan kembali ramai seperti sebelum pandemi. Para pedagang juga berharap bahwa dukungan dari pemerintah dan masyarakat dapat membantu mereka bangkit dari masa sulit ini dan memulihkan perekonomian lokal.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial