Pasuruan, Jawa Timur
Minggu, 8 Maret 2026

Di Balik Tongkol Jagung Kisah Harian Pak Harianto, Petani Jagung Desa Purwodadi

Portalarjuna.Net, Purwodadi – Mentari pagi perlahan menyingkap keindahan ladang jagung Desa Purwodadi. Di tengah dedaunan hijau yang bertiup berkibar tertiup angin, sosok Pak Harianto tampak sibuk menyiram pupuk pada ladang jagungnya. Hari ini adalah jadwalnya untuk menyiram pupuk untuk yang kedua kalinya setelah proses penanaman beberapa minggu yang lalu. Dengan tangan kasar dan wajah yang terbakar sinar matahari, Pak Harianto adalah potret nyata seorang petani jagung di Desa Purwodadi.

Pak Harianto,44 tahun, sudah menjadi petani semenjak beliau masih berada di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Beliau seringnya menanam padi ketimbang menanam jagung, baru 2 kali panenan sekarang ini beliau menanam jagung. Sejak pagi ia sudah beraktivitas di ladang jagung. Dengan jerigen yang berisi pupuk sudah ia angkut di punggungnya, ia berjalan mengitari tanaman jagung satu persatu untuk menyemprotkan pupuk pada bagian bawah tanaman jagung tersebut, hal ini dilakukan agar nutrisi dapat langsung terserap melalui stomata dan masuk ke dalam jaringan tanaman, proses ini membuat tanaman jagung lebih cepat menyerap nutrisi yang dibutuhkan.

“Kesulitannya karena hama belalang atau ulat, tapi kalau belalang masih aman soalnya nyerangnya kebagian tengah daun, tapi kalau ulat itu yang harus dibasmi.” Jelas Pak Harianto.

Namun, di balik segala kesulitannya tersebut Pak Harianto tetap bersemangat dalam menjalankan kegiatan tersebut. Hasil panen jagungnya tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dijual kepada para pemasok-pemasok jagung untuk menambah penghasilan.Saat proses penyiraman pupuk Pak Harianto dibantu oleh anak laki-lakinya dan juga menantunya untuk menyiram pupuk pada tanaman jagung, setelahnya beliau dan kedua anak lelakinya tersebut pulang ke rumah untuk membersihkan diri dan kemudian makan siang bersama.

Kehidupan Pak Harianto sebagai petani jagung adalah cerminan kehidupan sebagian besar petani di Indonesia. Mereka bekerja keras untuk menghasilkan pangan bagi masyarakat, namun seringkali menghadapi berbagai tantangan. Namun, semangat mereka untuk terus berjuang tidak pernah padam. Kisah Pak Harianto menginspirasi kita untuk menghargai hasil kerja keras para petani dan mendukung pertanian lokal.

Author : Izza Az Zahro

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial