Pasuruan, Jawa Timur
Minggu, 8 Maret 2026

Mengamen di Lampu Merah dan Menjadi Ayah: Perjalanan Hidup Ican yang Berbeda

Portalarjuna.net, Pandaan — Di perempatan lampu merah Tamandayu, sebuah kawasan sibuk di Sidoarjo, ada seorang pemuda yang dikenal dengan nama Ican. Usianya baru 18 tahun, namun hidupnya sudah dipenuhi dengan tanggung jawab dan pilihan yang tidak biasa bagi sebagian orang seusianya. Sebagai seorang anak punk yang memilih hidup dengan cara berbeda, Ican mengais rezeki dengan mengamen di tengah keramaian, sembari membawa serta identitas yang kental dengan kebebasan dan pemberontakan.

Ican, yang berasal dari Kecamatan Waru, Sidoarjo, menikahi kekasihnya di usia muda, dan pada 12 November lalu, ia menjadi seorang ayah ketika anak pertama mereka lahir. Namun, meskipun baru saja menjadi seorang ayah, Ican mengaku jarang berada di rumah. Kehidupannya yang penuh dengan jalan-jalan, mangkal di perempatan lampu merah, dan mencari penghasilan sebagai pengamen, membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah daripada bersama istri dan anaknya.
“Saya tahu ini nggak ideal, tapi ini cara saya mencari uang buat hidup. Saya nggak bisa diam di rumah terus, harus kerja,” ujar Ican, mengenakan jaket kulit usang dan celana robek yang menjadi ciri khas anak punk.

Bagi Ican, hidup sebagai seorang anak punk bukanlah sekadar memilih gaya, tetapi merupakan cara hidup yang penuh dengan kebebasan untuk memilih jalan sendiri, meski sering kali dianggap berbeda oleh orang lain. “Punk itu tentang hidup tanpa batas, tentang mengekspresikan diri dan nggak terikat sama norma yang kadang bikin kita tertekan,” ujarnya.

Ican mengaku, meski ia sudah berkeluarga, pekerjaan utamanya tetap mengamen di perempatan jalan, termasuk di kawasan Tamandayu, pandaan. Setiap hari, ia dan beberapa teman sesama pengamen akan memadati perempatan-perempatan strategis, berharap bisa mendapatkan uang saku dari para pengendara yang berhenti di lampu merah. Penghasilannya bervariasi, tergantung pada seberapa sibuk jalan tersebut dan berapa banyak pengendara yang memberikan sedekah.

Namun, kehidupan yang dijalaninya tak selalu mudah. Ican mengakui bahwa ia jarang pulang ke rumah, lebih sering tidur di tempat-tempat yang ia anggap nyaman atau di tempat teman-temannya. “Pulang ke rumah cuma kalau udah capek banget. Saya nggak tahu, kadang suka lupa waktu, lupa pulang. Tapi saya tetap kasih uang buat anak dan istri,” tuturnya.

Meski sering dianggap tidak bertanggung jawab oleh orang-orang di sekitarnya, Ican merasa apa yang ia lakukan adalah bagian dari cara untuk bertahan hidup. Ia tidak memungkiri bahwa menjadi seorang ayah muda dengan kondisi seperti ini adalah sebuah tantangan besar, tapi ia bertekad untuk tetap memberi yang terbaik untuk keluarganya, meskipun dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang.
Selain itu, Ican juga punya pandangan pribadi tentang hidupnya sebagai seorang anak punk.

Menurutnya, subkultur punk memberinya ruang untuk menjadi diri sendiri, untuk tidak terikat oleh standar atau ekspektasi masyarakat. “Punk itu bukan tentang jadi jahat atau nggak peduli, tapi lebih ke tentang kebebasan. Bebas mengekspresikan diri, bebas memilih jalan hidup. Saya nggak harus jadi seperti yang orang tua atau orang lain inginkan,” jelasnya.

Namun, meskipun sering menghabiskan waktu jauh dari keluarga, Ican tetap merasa ada rasa tanggung jawab dalam dirinya. Ia selalu berusaha memberi nafkah untuk istri dan anaknya, meski harus menghadapi banyak kerikil dalam perjalanan hidupnya. “Kadang saya merasa nggak enak juga, tapi saya mau anak saya bisa hidup layak. Saya akan berusaha lebih baik lagi,” tambahnya.

Di tengah keramaian perempatan yang bising, Ican adalah satu di antara banyak cerita yang menggambarkan bagaimana generasi muda mencari cara untuk bertahan hidup dengan cara mereka sendiri. Meski tampaknya hidup di luar norma, bagi Ican, pilihan hidupnya adalah sebuah ekspresi diri yang tidak bisa dipahami oleh semua orang, namun tetap ia jalani dengan penuh keyakinan dan harapan.

Author: Mas Muhammad Iwan Falik

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial