Portalarjuna.net, Pasuruan – Pada tanggal 15 Desember 2024, sebuah peristiwa tragis terjadi di Dusun Bokong Nisor, Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Seorang pria berusia 60 tahun, Badrun Sholeh, ditemukan tewas dengan luka parah dan berlumuran darah di rumahnya. Mengutip dari detik.com diduga, pelakunya adalah anak kandungnya sendiri, Sholehuddin (30 tahun), yang telah menderita depresi selama 10 tahun.
Kejadian bermula ketika Sholehuddin menjenguk ayahnya yang sedang sakit. Dalam keadaan depresi, ia sempat mendapatkan perhatian dari kakaknya, NL (35 tahun), yang membelikan obat untuknya agar merasa lebih tenang. Namun, setelah mengonsumsi obat tersebut, kondisi Sholehuddin tampak normal kembali. Beberapa jam setelah NL dan suaminya pulang ke desa tetangga, mereka menerima informasi dari tetangga mengenai suara mencurigakan dari dalam rumah. Ketika NL kembali ke rumah, warga sudah berkumpul dan menemukan pintu tertutup. Pintu dipaksakan dibuka dan di dalam rumah, Sholehuddin ditemukan duduk di ruang tamu, sementara Badrun Sholeh tergeletak di lorong depan kamar dalam keadaan berdarah.
Setelah kejadian tersebut, warga segera mengamankan Sholehuddin dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Mengingat kondisi mental Sholehuddin yang terganggu, ia kini dirawat di Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang. Kejadian ini menjadi sorotan masyarakat dan menyoroti pentingnya penanganan kesehatan mental bagi individu yang mengalami gangguan jiwa. Banyak pihak berharap agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang dan mendorong kesadaran akan pentingnya dukungan bagi mereka yang berjuang dengan masalah mental.
Author: shela syvanaya fyrdauzy











