Portalarjuna.net, Pasuruan – Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan akan memperingati Haul Gus Dur ke-15 dengan tema “Agama untuk Kemanusiaan dan Krisis Iklim”. Acara puncak dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Desember 2024, bertempat di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kota Pasuruan.
Sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk mengenang dan mengapresiasi pemikiran serta keteladanan Gus Dur. Berikut rangkaian acaranya:
1. Forum 17an
Sebagai agenda nasional Jaringan GUSDURian, Forum 17an menjadi ruang diskusi bagi anggota komunitas dari berbagai daerah. Dalam rangkaian Haul Gus Dur ke-15, forum ini akan menggelar pemutaran dan diskusi film dokumenter “Merawat Harmoni di Kota Kartini” pada 15 Desember 2024 di Sekretariat ABI Kabupaten Pasuruan.
2. Kegiatan Mewarnai Bersama Anak-anak Lintas Iman
Menghadirkan anak-anak lintas iman berusia 5-11 tahun, acara ini bertujuan menanamkan nilai-nilai toleransi melalui kegiatan mewarnai gambar Gus Dur. Kegiatan akan berlangsung pada Selasa, 17 Desember 2024, pukul 15.00-17.00 WIB, di halaman Klenteng Tjoe Tik Kiong.
3. Ruang Konseling Gratis
Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan mental, ruang konseling gratis akan dibuka bekerja sama dengan Komunitas Peduli Napas dan Rumah Bidari. Sesi konseling ini diperuntukkan bagi remaja dan dewasa pada Selasa, 17 Desember 2024, pukul 15.00-17.00 WIB, di lokasi yang sama.
4. Malam Kebersamaan Lintas Iman dan Pagelaran Budaya
Acara puncak akan dimeriahkan oleh Tahlil Kebangsaan, penampilan Barongsai, Tim Hadrah, Paduan Suara INLA Vihara Pasuruan, serta pembacaan puisi tentang Gus Dur oleh sastrawan pesantren Gus Haidar Hafeez. Selain itu, agenda Ngaji Gus Dur dan Tausiyah Kebangsaan akan dipimpin oleh Abd. Muhit, santri Gus Dur sekaligus Ketua Pergunu Kabupaten Pasuruan.
Beni selaku panitia penyelenggara menuturkan bahwa peringatan ini bertujuan mempererat hubungan lintas agama, suku, dan budaya. “harapan kegiatan haul gusdur ke 15 ini yang pasti, lebih di rajut lagi tali persaudaraan antar umat beragama, suku dan budaya Dsb. karena kita komunitas Gusdurian yang notabennya pecinta gusdur, kalo kita melihat gusdur kan beliau orangnya sangat2 toleransi tidak memandang kamu agama apa, dari suku apa, asalnya mana tapi yang ditekankan oleh gusdur ialah kemanusiaan nya, rasa kepedulian nya sesama manusia. Dan kita sebagai murid gusdur harus bisa mengimplementasikan 9 nilai utama Gusdur, Gusdur telah meneladankan saatnya kita melanjutkan,” ujar Beni.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjuangan Gus Dur, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kemanusiaan dan krisis iklim.
Author: Aisyah Ummul Mukminin











