Portalarjuna.net, Purwosari – Ratusan warga dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, buruh, hingga komunitas K-popers, turun ke jalan pada Kamis sore untuk melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Negara. Massa menyuarakan penolakan terhadap kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang telah ditetapkan menjadi 12 persen (20/12/2024).

Dalam orasinya, perwakilan demonstran menegaskan bahwa kebijakan ini dinilai tidak berpihak pada rakyat. “Kenaikan PPN hanya akan membuat harga kebutuhan pokok melambung tinggi, membebani masyarakat kelas menengah, serta mengancam keberlangsungan UMKM yang saat ini sudah tertekan oleh lemahnya kondisi ekonomi,” ujar salah satu orator aksi, dikutip dari akun X @Metro_TV.
Demonstran juga membawa petisi penolakan yang telah ditandatangani lebih dari 100 ribu orang. Petisi tersebut rencananya akan diserahkan langsung ke Sekretariat Negara (Setneg) sebagai bentuk aspirasi rakyat. Namun, massa yang berusaha menyampaikan surat ke gedung Setneg tidak diizinkan mendekat, sehingga menyerahkan dokumen melalui perantara.
Menariknya, aksi kali ini didominasi oleh komunitas K-popers yang tampil unik dengan atribut bertema idol favorit mereka. Kehadiran mereka menambah warna dalam demonstrasi, sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap isu ekonomi merambah berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Salah satu peserta aksi dari komunitas K-popers menyampaikan alasan partisipasinya. “Kami ikut turun ke jalan karena kebijakan ini memengaruhi semua orang. Kenaikan PPN bisa membuat harga album K-pop, merchandise, dan kebutuhan lain jadi lebih mahal. Ini bukan cuma soal kami, tapi seluruh masyarakat,” ujarnya. Dikutip dari akun X @jungreallywon
Aksi berlangsung tertib hingga sore hari, dengan harapan besar agar pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini. Demonstran berjanji akan terus menggalang dukungan hingga suara rakyat benar-benar didengar.
Author: Ifatul Mardiyah











