Pasuruan, Jawa Timur
Rabu, 4 Maret 2026

Strategi Polres Batu Atasi Kemacetan Selama Libur Nataru

Portalarjuna.net, Pasuruan – Kota Batu yang terkenal dengan berbagai destinasi wisata selalu menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan. Namun, kemacetan yang terjadi selama musim liburan panjang, khususnya saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap menjadi masalah utama yang belum sepenuhnya teratasi.

Menghadapi lonjakan jumlah pengunjung pada libur Nataru 2024-2025 Polres Batu telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurangi kemacetan. Langkah awal yang diambil adalah pemetaan titik-titik rawan kemacetan, kawasan dengan potensi kepadatan tinggi, termasuk restoran, hotel dan lokasi wisata. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, Polres Batu merancang sejumlah pola manajemen lalu lintas untuk mengurai kepadatan, baik di persimpangan jalan maupun di sekitar area wisata yang sering dilalui kendaraan wisatawan.

Pemantauan dan Pengaturan Lalu Lintas

“Pemantauan titik rawan dilakukan dengan menggunakan CCTV yang tersebar di berbagai titik strategis serta teknologi Google Maps. Semua informasi pemantauan kami pusatkan di Pos Pelayanan Batu Police Station (Batos),” ujar Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata, seperti yang dilansir dari DetikJatim, Selasa (24/12/2024).

Pemantauan ini dilakukan secara berkala, terutama pada puncak mobilitas wisatawan. Begitu terjadi kepadatan lalu lintas, petugas yang bertugas akan segera memberi informasi kepada tim pengamanan yang berada di pos untuk segera mengambil tindakan.

Kapolres menjelaskan, “Kami melakukan rekayasa lalu lintas dengan metode yang kami sebut sebagai ‘rekayasa sederhana’. Ini termasuk pemasangan water barrier untuk menghindari pergerakan kendaraan yang tidak teratur di persimpangan atau mengatur alur kendaraan di lokasi tertentu,” lanjutnya.

Metode rekayasa sederhana tersebut sudah terbukti efektif di beberapa titik rawan kemacetan seperti di Simpang Tiga TMP, Jalan Abdul Gani menuju Jalan Suropati, serta di jalur keluar Singosari dan Jalan Trunojoyo.

Sinergi dengan Kepolisian Daerah Lain

Selain itu, Polres Batu juga bekerja sama dengan Polresta Malang Kota dan Polres Malang untuk mengatasi peningkatan volume kendaraan yang diprediksi meningkat tajam selama libur Nataru. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempermudah pengaturan lalu lintas di masing-masing wilayah yang memiliki jalur vital menuju Kota Batu.

Andi menambahkan bahwa terdapat dua sistem rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan untuk menangani lonjakan kendaraan pada puncak arus liburan. “Sistem pertama adalah pasang surut, di mana dua jalur yang sebelumnya digunakan untuk naik ke Kota Batu dan dua jalur untuk turun, akan diubah menjadi tiga jalur naik dan satu jalur turun. Sistem ini akan diberlakukan mulai dari Simpang Tiga Pendem hingga Simpang Tiga Dewi Sartika,” jelasnya.

Sistem One Way untuk Mengurai Kemacetan

Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah, Polres Batu juga menyiapkan skema satu arah (one way). Dalam sistem ini, kendaraan dari arah Malang maupun Surabaya yang menuju ke Kota Batu akan diarahkan melalui Jalan Ir. Soekarno. Sementara kendaraan dari Kota Batu yang menuju ke Surabaya akan dibelokkan melalui jalur alternatif di Jalan Wukir, di samping Batos, dan yang menuju ke Kota Malang akan dialihkan melalui Jalan Oro-Oro Ombo.

Penerapan kedua sistem ini, menurut Kapolres, akan diputuskan berdasarkan indikator kepadatan arus lalu lintas yang terpantau selama libur Nataru.

 

Author: Aditya Kurniawan

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial