PortalArjuna.Net – Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) untuk memangkas anggaran beasiswa, termasuk program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, memicu reaksi keras dari masyarakat, terutama mahasiswa penerima KIP
Isu ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama di platform X (Twitter) dan TikTok. Salah satu unggahan yang mendapat perhatian luas berasal dari akun TikTok @notsanta, yang mengungkap bahwa kebijakan ini berpotensi membuat 663.821 mahasiswa kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
“Selamat datang di Indonesia cemas 2025, karena sebanyak 663.821 mahasiswa terancam putus kuliah karena pemotongan anggaran pada program KIP kuliah” ungkapnya dalam video yang diunggah pada(14/02/2025)
Tidak hanya itu saja Negara juga lebih memilih Pendidikan dan Kesehatan menjadi prioritas pendukung daripada makanan bergizi gratis,negara juga mengangkat orang-orang tertentu untuk menjadi staf khusus.
“padahal yang harus di efesiensi kan adalah kabinet yang gemuk dan bukan pendidikan” ucap pemilik akun Tiktok @notsanta di akhir vidio.
Unggahan tersebut langsung memancing reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan langkah pemerintah dalam memangkas anggaran pendidikan dan menilai bahwa kebijakan ini kurang berpihak kepada mahasiswa.
Hingga saat ini, pihak Kemendikti Saintek belum memberikan tanggapan resmi terkait pemangkasan anggaran tersebut. Mahasiswa dan akademisi berharap pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan ini agar akses pendidikan tetap terbuka bagi generasi muda Indonesia.
Author : N.Badriyah











