Pasuruan, Jawa Timur
Rabu, 22 April 2026

Ribuan Warga Padati Prosesi Garebeg Sawal 2025 di Keraton Yogyakarta

Garebeg Sawal Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman (Instagram @purapakualaman)

Portalarjuna.net,
Yogyakarta – Ribuan masyarakat memadati kawasan Keraton Yogyakarta pada Senin (31/3/2025) untuk menyaksikan prosesi Grebeg Syawal, salah satu tradisi Hajad Dalem yang digelar setiap 1 Syawal. Prosesi ini menjadi momen sakral sekaligus simbol syukur Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Keraton Yogyakarta atas datangnya Idulfitri.

Acara diawali dengan kirab Gunungan dari Pagelaran Keraton menuju Masjid Gedhe, Kepatihan, dan Pura Pakualaman. Gunungan yang terdiri dari hasil bumi dan makanan tradisional ini diperebutkan oleh masyarakat sebagai simbol berkah. Sejak pagi, warga telah memadati rute kirab untuk mendapatkan posisi terbaik agar dapat ikut berebut bagian dari Gunungan yang diyakini membawa keberuntungan.

Selain kirab Gunungan, Grebeg Syawal tahun ini juga menghadirkan Abdi Dalem Palawija, sebuah kelompok abdi dalem dengan kondisi fisik khusus yang diberikan kehormatan untuk mengiringi prosesi. “Kehadiran mereka bukan hanya sekadar bagian dari tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap seluruh lapisan masyarakat,” ujar seorang abdi dalem yang terlibat dalam prosesi tersebut, dikutip dari Kompas.

Rangkaian acara berlanjut dengan Ngabekten Kakung, prosesi penghormatan tertutup di dalam keraton yang dilakukan oleh para abdi dalem laki-laki, keluarga kerajaan, serta pejabat pemerintahan yang hadir. Mereka melakukan sungkem kepada Sri Sultan sebagai bentuk penghormatan dan loyalitas. Sementara itu, Bedhol Songsong, pagelaran wayang kulit yang terbuka untuk umum, digelar di Kompleks Alun-Alun Selatan sebagai bagian dari perayaan.

Di Pura Pakualaman, serah terima Gunungan dari Keraton Yogyakarta berlangsung di Bangsal Sewatama. Setelah didoakan, Gunungan tersebut diperebutkan oleh masyarakat di Alun-Alun Sewandanan. Suasana penuh antusiasme terlihat saat masyarakat berebut bagian Gunungan dengan harapan mendapatkan berkah di hari yang suci ini.

Prosesi Grebeg Syawal tahun ini juga berdampak pada penutupan sementara wisata Keraton Yogyakarta. Berdasarkan pengumuman resmi dari akun Instagram @keratonjogja, kompleks Kedhaton dan Tamansari ditutup selama dua hari, sementara area Kagungan Dalem Wahanarata tetap dibuka seperti biasa.

Masyarakat yang hadir dalam perayaan ini mengungkapkan kegembiraannya atas kemeriahan acara. “Setiap tahun saya selalu datang untuk menyaksikan Grebeg Syawal. Ini tradisi yang sangat berarti dan selalu dinantikan,” ujar salah satu warga yang hadir.

Dengan prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh makna, Grebeg Syawal 2025 kembali menegaskan peran Keraton Yogyakarta dalam menjaga tradisi budaya serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas di tengah masyarakat.

Author: Muhammad Iqbal Sya’bani

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial