Portalarjuna.net, Pasuruan – Air menghidupi semua makhluk. Di Kabupaten Pasuruan, sungai mengalirkan kehidupan ke berbagai sektor, seperti rumah tangga, pertanian, perikanan, industri kecil, dan pariwisata. Sayangnya, banyak orang mulai memperlakukan sungai sebagai tempat pembuangan sampah dan limbah rumah tangga.
Saat berjalan di sepanjang sungai, kita sering melihat plastik, botol bekas, atau sisa makanan mengambang. Pemandangan itu membuat kita bertanya, mengapa kita membiarkan sungai rusak seperti ini? Pertanyaan tersebut mendorong Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan untuk memulai kampanye Zero Sampah di Sungai. Lewat kampanye ini, kami ingin membangun kesadaran dan mendorong masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan serta kelestarian sungai.
Setiap orang perlu peduli karena sungai tidak hanya mengalirkan air. Sungai menopang kehidupan banyak makhluk, termasuk manusia. Saat kita membuang sampah ke sungai, kita ikut meracuni air, menurunkan kadar oksigen, dan membunuh ikan serta makhluk air lainnya. Plastik dan limbah anorganik mencemari sungai selama ratusan tahun. Akibatnya, air sungai menjadi tidak layak pakai.
Saat hujan datang, tumpukan sampah di sungai bisa menyumbat aliran air. Air yang meluap akan membanjiri rumah warga, merusak fasilitas umum, dan menggenangi lahan pertanian. Masyarakat sekitar pun menanggung kerugian secara langsung. Selain mencemari lingkungan, kebiasaan membuang sampah ke sungai mencerminkan kurangnya tanggung jawab sosial. Jika kita terus melanjutkan kebiasaan ini, kita akan mewariskan masalah besar untuk generasi berikutnya.
Kampanye Zero Sampah di Sungai mengajak semua pihak untuk bergerak bersama. Kami tidak hanya memberi imbauan dari pemerintah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil peran. Kami percaya, perubahan besar bisa terjadi jika generasi muda ikut bergerak. Karena itu, kami menggandeng pelajar, mahasiswa, influencer lokal, kreator konten, komunitas lingkungan, relawan sosial, dan warga yang tinggal di sekitar sungai. Setiap kelompok punya kekuatan untuk menyebarkan pesan positif dan memberi pengaruh nyata.
Kamu bisa mulai dari hal kecil. Buanglah sampah ke tempatnya, meski hanya sekecil bungkus permen. Gunakan tumbler, tas kain, atau kotak makan sendiri untuk mengurangi sampah plastik. Ajak keluarga dan teman untuk tidak membuang sampah ke sungai. Kamu juga bisa membuat konten positif di media sosial dan menggunakan tagar #ZeroSampahDiSungai. Selain itu, kamu bisa ikut kerja bakti atau kegiatan bersih-bersih sungai di lingkungan sekitar.
Kami sudah menyusun berbagai strategi untuk mendukung kampanye ini. Kami membagikan konten edukatif secara rutin melalui Instagram, TikTok, dan YouTube. Kami juga mengunjungi
Author: Ifatul Mardliyah – DKK











