Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 5 Maret 2026

Di Tengah Kerumunan Massa, Ainul Tetap Berdagang demi Keluarga

Fotografer: Agus Dwi Nur Cahyo

Portalarjuna.net, Malang — Di sela-sela kerumunan mahasiswa yang memadati kawasan Gedung DPRD Kota Malang, seorang pedagang bernama Ainul tampak sibuk menawarkan minuman dingin kepada para peserta aksi. Dengan tas berisi botol air mineral yang ia sandang di bahu, Ainul menyusuri barisan massa yang memenuhi jalan sejak sekitar pukul 15.00 WIB.

Sementara para demonstran bersorak dan menyampaikan tuntutan melalui pengeras suara, terdengar suara lirih milik Ainul yang berulang kali menawarkan dagangannya. Meski kalah lantang dari riuhnya orasi, teriakan kecilnya cukup menarik perhatian beberapa peserta aksi. Satu demi satu botol air yang ia bawa berpindah tangan, membantu para demonstran yang kelelahan di bawah terik matahari.

Ainul tidak berhenti berjalan. Ia menghampiri tiap kelompok massa, menunggu momen ketika seseorang mengulurkan tangan untuk membeli minuman. Menjelang aksi berakhir, keberuntungan menghampirinya — seorang warga memborong sisa dagangan yang masih ia bawa. Tawa kecil muncul di wajahnya, seakan menghapus letih yang ia pikul sepanjang sore.

Usai aksi mereda dan jalan mulai kembali dibuka, Ainul menyempatkan diri berbagi minuman kepada beberapa warga yang terlihat kecapekan. “Kalau ada lebihnya, ya saya bagikan saja,” ujarnya dengan senyum malu-malu.

Kepada wartawan, Ainul bercerita bahwa berdagang di tengah keramaian sudah menjadi rutinitasnya sejak lama. Ia sering mengikuti titik-titik kerumunan mulai dari acara jalan sehat, konser kecil, hingga aksi demonstrasi seperti hari itu. Semua ia lakukan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga yang ia tanggung.

“Saya sudah biasa jualan di tempat rame. Kadang di event, kadang di demo juga. Yang penting bisa dapat rezeki buat di rumah,” tuturnya.

Di tengah hiruk-pikuk aksi dan panasnya situasi lapangan, sosok sederhana seperti Ainul menghadirkan realita lain yang jarang terlihat — bahwa bagi sebagian orang, keramaian bukan hanya ruang protes, tetapi juga kesempatan untuk bertahan hidup.

Author: Agus Dwi Nur Cahyo

Fotografer: Agus Dwi Nur Cahyo

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial