Portalarjuna.net, Pandaan – Seorang lansia bernama Kosem (72) terlihat mengemis di perempatan lampu merah Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Ia berjalan tertatih sambil memegang bangku plastik hijau yang menjadi penopang tubuhnya. Kosem berasal dari Desa Kenep, Kecamatan Beji, dan sudah bertahun-tahun mengandalkan uluran tangan pengendara hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Setiap hari ia berangkat mengemis sejak setelah salat Subuh hingga menjelang azan Zuhur. Karena tidak dapat berjalan jauh, Kosem diantar oleh ojek pangkalan ke lokasi yang biasa ia datangi. Ditemui secara langsung, ia mengaku tidak lagi mampu bekerja. “Saya jatuh dulu. Kaki dipasangi pen. Kalau jalan sakit, jadi harus pelan-pelan,” ujarnya pelan.
Kakek Kosem biasanya berada di lampu merah Pandaan setiap Senin, Rabu, dan Sabtu. Pada hari lain, ia berpindah ke pasar Sukorejo, Lawang, dan Singosari. Dengan uang receh yang ia kumpulkan, ia membeli makanan dan kebutuhan harian, karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa ia lakukan dengan kondisi kaki yang lemah.
Warga sekitar sudah mengenal sosoknya sejak lama. “Beliau sudah lama sekali di sini, hampir tiap minggu kelihatan,” kata Agus (40), mekanik bengkel dekat lokasi. Hal itu dibenarkan oleh Dian (48), warga sekitar. “Dari saya SMP sudah ada, sampai sekarang masih ngemis. Lama banget,” ucapnya.
Di usia senja, Kosem semestinya menikmati hidup dengan tenang, bukan bertaruh nyawa di tengah lalu lintas kota. Kisah ini menggambarkan persoalan sosial yang nyata: hak lansia miskin untuk mendapat perlindungan, bantuan sosial, serta layanan kesehatan yang layak.
Selama jaminan kesejahteraan belum menjangkau masyarakat kecil, wajah-wajah seperti Kakek Kosem akan terus hadir di persimpangan jalan, mengemis bukan untuk mengejar kemewahan, melainkan untuk sekadar bertahan hidup.
Author : Nur Lailatul H.











