Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 5 Maret 2026

Kisah Ibu Samik, Penjual Keliling di Usia 70 Tahun

PortalArjuna.net, Pasuruan – Sosok perempuan lanjut usia masih setia menyusuri kampung dari rumah ke rumah. Namanya Ibu Samik, 70 tahun  Alamat Dusun Temburan, Kecamatan Paserepan, seorang pedagang tampah kayu dan tapai keliling yang tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari (23/11).

Perjalanan hidup sebagai pedagang dimulainya sejak berusia sekitar 40 tahun. ia membawa tampah bambu dan tapai hasil olahan sendiri, menawarkan dagangan dengan langkah kaki yang tak pernah lelah. “Ibu sudah jualan sejak umur 40-an. Sampai sekarang masih jalan keliling,” tuturnya sambil tersenyum tipis.

Penghasilan yang diperoleh pun tak menentu. Jika dagangannya habis, Ibu Samik bisa mengantongi Rp50 ribu hingga Rp80 ribu per hari. Namun tak jarang hasil penjualannya lebih sedikit. Meski begitu, ia tetap bersyukur dan terus berusaha.

Setiap hari, aktivitasnya dimulai setelah salat subuh. Dengan membawa tampah dan beberapa bungkus tapai, ia melangkah menyusuri jalan kampung. Ia memilih berjalan kaki karena tidak memiliki kendaraan. Dalam cuaca panas maupun hujan, ia tetap menjalankan rutinitas yang sudah menjadi bagian hidupnya. “Ibu jalan kaki saja karena tidak punya kendaraan,” ujarnya.

Pada saat berjualan keliling itulah, Ibu Samik saya temui dan wawancarai di Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo. Di desa tersebut, ia kerap singgah menawarkan tampah dan tapainya kepada warga yang sudah mengenalnya sejak lama sebagai penjual yang ramah dan gigih.

Setelah berkeliling berjam-jam, Ibu Samik biasanya kembali ke rumah pada siang atau sore hari, bergantung pada cepat atau tidaknya dagangan terjual. Di rumah, ia tinggal bersama suaminya yang bekerja serabutan. Keduanya saling menguatkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari yang sederhana.

Di usianya yang tak lagi muda, Ibu Samik menyimpan harapan sederhana. Ia ingin tetap diberikan kesehatan dan rezekinya cukup untuk bertahan hidup. “Semoga badan tetap sehat dan rezekinya cukup buat kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya lirih.

Kisah Ibu Samik menjadi potret keteguhan seorang lansia yang terus berjuang tanpa keluh kesah. Dengan langkah kaki yang pelan namun pasti, ia membuktikan bahwa semangat hidup tak pernah mengenal usia.

 

Author : Fera Puspita Sari

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial