Portalarjuna.net, Pasuruan – Bapak Sukmanto (58) berdiri tegak di tengah padatnya lalu lintas Japanan, Pasuruan. Dengan rompi oranye dan tongkat yang menjadi isyaratnya, ia mengatur kendaraan yang melintas. Profesi juru parkir ini telah ia jalani selama hampir sepuluh tahun, sebuah babak baru setelah meninggalkan hiruk pikuk pabrik.
Sukmanto, nama yang kini lekat dengan jalanan Japanan, ternyata pernah bekerja sebagai buruh pabrik korek di Mojokerto selama delapan tahun. Keputusan untuk beralih profesi menjadi tukang parkir menunjukkan daya juang dalam menghadapi perubahan situasi hidup. Hampir satu dekade ia mendedikasikan diri pada pekerjaan barunya ini.
Pendapatan Sukmanto sebagai juru parkir sangat tidak menentu. Rata-rata, ia mengantongi uang antara Rp20.000 sampai Rp50.000 setiap hari. Kondisi ini memperlihatkan betapa sulitnya mencari rezeki harian tanpa kepastian gaji bulanan. Kesulitan mencari pekerjaan lain di masa kini, seperti yang ia utarakan, menjadi alasan utama ia bertahan di jalanan. “Anak muda yang punya uang, simpan dan investasikan baik-baik. Jangan foya-foya. Cari uang itu sangat susah, apalagi sekarang mencari pekerjaan formal sulit,” tegas Sukmanto (25/11/2025).
Aktivitas Sukmanto terpusat di kawasan Japanan, jalur vital yang menghubungkan banyak aktivitas industri dan perdagangan. Setiap hari, ia memulai tugasnya dengan berjalan kaki sejauh satu kilometer dari rumahnya. Ia harus berhadapan dengan panas terik dan polusi demi menunaikan kewajiban mencari nafkah.
Author : Alfan Saputra











