Fotografer: Agus Dwi Nur Cahyo
Portalarjuna.net, Pasuruan — Di tepi Jalan The Taman Dayu, Durensewu, Pandaan, Nasuri (39) terus menjaga harapan hidupnya di tengah kerasnya arus lalu lintas. Sejak 2019, ia berdiri di bawah panas matahari dan dinginnya angin sore untuk berjualan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Pada awalnya, Nasuri menjajakan martabak dan terang bulan. Usahanya cukup berjalan hingga pandemi Covid-19 melanda pada 2020. Situasi yang serba sulit membuatnya terpaksa menghentikan seluruh aktivitas jualan. Pembeli tidak ada, modal habis, dan ia harus kembali ke rumahnya di Jetak sambil mencari pekerjaan serabutan yang tidak selalu pasti.
Fotografer: Agus Dwi Nur Cahyo
Ketika kondisi mulai membaik, tahun 2022 menjadi titik balik bagi Nasuri. Ia memberanikan diri kembali berjualan di lokasi yang sama, kali ini dengan dagangan yang lebih sederhana: air mineral botol. Sementara itu, sang istri juga ikut membantu dengan berjualan lupis di sekitar area yang sama. Pendapatan mereka memang tidak besar, tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.
Fotografer: Aditya Kurniawan
“Yang penting bisa makan dan tetap bisa jualan setiap hari. Alhamdulillah masih ada yang beli,” ujarnya sambil menata botol air mineral di keranjangnya. Setiap hari, dari pagi hingga sore, ia menawarkan minuman kepada para pejalan kaki dan masyarakat yang sedang berolahraga di sekitar jalan, sambil menghadapi panas, hujan, dan debu yang sudah menjadi bagian dari kesehariannya.
Fotografer: Agus Dwi Nur Cahyo
Kisah Nasuri adalah potret kecil tentang bagaimana masyarakat bertahan dalam ketidakpastian ekonomi. Ia mungkin menjual barang yang sederhana dan ia tidak banyak dikenal publik, tetapi tekadnya untuk terus bekerja demi keluarga menunjukkan bahwa di balik hiruk-pikuk jalan raya, ada perjuangan hidup yang sering tidak terlihat.
Author: Agus Dwi Nur Cahyo
Fotografer: Agus Dwi Nur Cahyo & Aditya Kurniawan














