Portalarjuna.net, Purwosari – Di tengah ramainya arus kendaraan di pertigaan Jalan Raya Puntir, Purwosari, Bapak Suparno tampak berdiri dengan peluit kecil di tangannya. Di usia yang sudah menginjak 60an tahun, ia masih setia menjalankan tugas sebagai tukang penyebrangan jalan. Setiap pagi hingga sore, ia membantu warga melintasi jalur yang dikenal rawan karena kendaraan kerap melaju cepat.
Suparno sudah bertahun-tahun menjalani pekerjaan ini. Meski sederhana, rutinitas itu menuntut kesabaran dan kewaspadaan tinggi. Ia bekerja bergantian dengan rekannya agar tidak terlalu kelelahan, terutama pada jam sibuk ketika jalan semakin padat. Dengan gerakan tangan yang tegas namun ramah, ia memberi isyarat kepada pengendara untuk melambat sebelum memastikan pejalan kaki bisa menyeberang dengan aman.
Di balik pekerjaannya, Suparno menyimpan alasan yang sederhana. Ia ingin membantu orang yang kesulitan menyebrang, sekaligus mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kalau tidak ada yang bantu, banyak warga yang kesusahan. Jalannya ramai sekali,” ujar beliau.
Keberadaan Suparno mungkin sering luput dari perhatian banyak orang, namun perannya sangat berarti bagi keselamatan pengguna jalan. Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas, ia menjadi pengingat bahwa kepedulian bisa hadir dari pekerjaan yang kerap dianggap sepele. Dari tepi jalan itu, Suparno memberi bukti bahwa kontribusi kecil pun dapat membawa dampak besar bagi orang lain.
Author : Muhammad Nafi’ Ridho











