Pasuruan, Jawa Timur
Senin, 25 Mei 2026

RANU MANDURO, NEW ZAELANDNYA JAWA TIMUR SURGA TERSEMBUNYI DI NGORO MOJOKERTO YANG MEMIKAT BANYAK PARIWISATAWAN DARI KEINDAHAN ALAM

Portalarjuna.net, Mojokerto – Tersembunyi di balik kawasan industri Ngoro, Ranu Manduro kembali menunjukkan pesonanya sebagai destinasi wisata alam yang tak lekang oleh waktu. Pada Jumat (2/1/2026), tepat pukul 14.47 WIB, suasana di bekas lahan pertambangan ini tampak begitu asri dengan hamparan danau biru yang tenang dan latar belakang perbukitan hijau yang memanjakan mata. Keindahan yang sempat viral beberapa tahun lalu ini kini tidak hanya sekadar tempat berswafoto, melainkan telah bertransformasi menjadi titik berkumpulnya para pemancing dan wisatawan yang mencari ketenangan di awal tahun baru.

Akses menuju lokasi yang kini lebih tertata membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati hembusan angin sepoi-sepoi di tepi danau. Menurut Izza, salah satu pengelola setempat yang kami temui di lokasi, pemeliharaan ekosistem menjadi kunci utama agar daya tarik tempat ini tetap terjaga bagi masyarakat luas.

“Kami berupaya menjaga kebersihan dan kelestarian air di sini agar ikan-ikan tetap berkembang biak dengan baik. Ranu Manduro bukan sekadar pemandangan, tapi juga sumber relaksasi bagi mereka yang hobi memancing di sore hari,” ujar Izza dengan penuh semangat”

Keberadaan Ranu Manduro memberikan dampak positif yang nyata bagi warga sekitar, termasuk anak-anak muda lokal yang tumbuh besar dengan pemandangan indah tersebut. Noufahul, seorang anak asli kampung daerah Ngoro, bercerita bagaimana ia melihat perubahan tempat tinggalnya menjadi pusat perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

“Dari dulu saya sering main di sini, tapi sekarang rasanya bangga melihat orang jauh-jauh datang ke kampung kami. Biasanya kalau sore begini, saya sering lihat banyak warga lokal yang juga ikut memancing bareng wisatawan di pinggiran danau,” ungkap Noufahul sembari menunjuk ke arah tepian danau yang ramai ”

Keindahan “New Zealand-nya Jawa Timur” ini pun diakui oleh para pendatang yang sengaja meluangkan waktu untuk berkunjung. Afifah, seorang wisatawan yang datang bersama keluarganya, mengaku terkesima dengan perpaduan antara danau dan tebing-tebing sisa galian yang kini tampak eksotis tertutup lumut dan tanaman hijau.

“Pemandangannya sangat menenangkan, cocok sekali untuk melepas penat setelah rutinitas kerja. Saya baru pertama kali ke sini dan langsung suka dengan suasananya yang tenang, apalagi melihat orang-orang memancing dengan santai di sana,” kata Afifah sembari mengabadikan momen melalui ponselnya ”

Secara teknis, fenomena keramaian di Ranu Manduro pada Jumat sore ini dipicu oleh cuaca cerah yang mendukung aktivitas luar ruangan. Konsep wisata yang menggabungkan estetika alam dengan kegiatan memancing ini menjadi magnet kuat bagi warga Mojokerto, Jombang, hingga Surabaya. Air danau yang jernih dan pantulan awan di permukaannya menciptakan komposisi visual yang sempurna, menjadikan setiap sudut Ranu Manduro sebagai latar foto yang ikonik bagi para pemburu konten media sosial.

Seiring matahari yang mulai turun menuju ufuk barat, geliat aktivitas di Ranu Manduro justru semakin hangat dengan tawa wisatawan dan ketegangan kecil para pemancing saat joran mereka ditarik ikan. Tempat ini membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, Lahan bekas tambang dapat menjelma menjadi aset wisata yang berharga. Ranu Manduro bukan hanya tentang pemandangan yang indah, tetapi juga tentang bagaimana alam memberikan ruang bagi manusia untuk sejenak berhenti dan mensyukuri ketenangan.

Author : Izzamaulyraaa

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial