portalarjuna.net, Jember – Pondok Pesantren Ngalah Putri Purwosari Pasuruan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan tradisi keilmuan pesantren melalui keikutsertaan delegasi santri putri pada Bahtsul Masail Wustho (BMW) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah, Jember, Jawa Timur.
Kegiatan yang mempertemukan santri dari berbagai pondok pesantren tersebut menjadi wadah bagi para peserta untuk mengasah kemampuan memahami kitab kuning sekaligus melatih nalar fikih dalam menjawab persoalan-persoalan aktual berdasarkan referensi para ulama.
Delegasi Pondok Ngalah Putri hadir sebagai representasi semangat santri dalam menjaga tradisi bahtsul masail, yakni forum ilmiah yang telah lama menjadi ciri khas pendidikan pesantren. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan membaca referensi klasik, tetapi juga mampu menyampaikan argumentasi secara sistematis sesuai kaidah istinbath hukum. “Bahtsul Masail berlangsung sangat panas, tetapi dalam arti positif. Setiap kelompok saling bertukar argumen dan mengemukakan pendapat dari sudut pandang masing-masing dalam memahami persoalan yang sedang dibahas. Dari situ kami belajar bahwa setiap pendapat harus memiliki dasar dari kitab, sehingga diskusinya benar-benar menambah wawasan,” ujar Naila Safira, santri delegasi Pondok Ngalah.
Keikutsertaan santri Pondok Ngalah Putri menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan, mempererat ukhuwah antarpesantren, sekaligus menambah pengalaman dalam forum diskusi ilmiah tingkat Jawa Timur. Momentum tersebut juga menjadi sarana bertukar gagasan dan metode pembelajaran dengan peserta dari berbagai daerah. Salah satu delegasi Pondok Ngalah, Neli, menyampaikan apresiasinya terhadap keramahan tuan rumah selama kegiatan berlangsung.
“Pelayanannya sangat bagus dan ramah. Konsumsi yang disediakan juga sangat banyak, tidak pernah kurang, sehingga kami merasa nyaman mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kami sangat puas dengan penyambutan dari panitia Pondok Pesantren Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah,” tutur Neli.
Dengan berpartisipasi dalam Bahtsul Masail Wustho, Pondok Ngalah berharap para santri semakin berkembang menjadi generasi yang tidak hanya kuat dalam pemahaman kitab turats, tetapi juga mampu memberikan solusi keagamaan yang bijaksana terhadap persoalan umat sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Delegasi santri putri Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan berfoto bersama usai mengikuti Bahtsul Masail Wustho (BMW) di Pondok Pesantren Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah, Jember, Jawa Timur.






