PortalArjuna.net, Beji — Sejumlah warga di Dusun Tanjung-Kepuhrejo, Desa Gununggangsir, Beji, dilaporkan semakin sering menggunakan aplikasi permainan berhadiah uang (judi online) sejak 2023. Fenomena ini terlihat pada berbagai kelompok umur dan memberi dampak pada aktivitas sosial sehari-hari.
G (21) Warga yang menjadi narasumber dalam liputan ini mengatakan fenomena penggunaan aplikasi tersebut mulai terlihat pada 2023 dan kini melibatkan berbagai kelompok umur, dari anak muda hingga lanjut usia. “sejak lama mulai tahun 2023 udh mulai banyak yg sering main,” ujar G (21).
Menurut pengamatan G (21), perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu indikasi: beberapa warga yang kerap bermain aplikasi cenderung lebih sering tinggal di dalam rumah dan mengurangi interaksi sosial. “sering berdiam diri dan jarang keluar rumah,” kata G (21), menggambarkan dampak sosial yang terlihat di lingkungan.
Selain perubahan sosial, G (21) menyebut adanya kaitan dengan kondisi ekonomi beberapa keluarga. “ada,” jawabnya singkat ketika ditanya tentang cerita kesulitan ekonomi yang berhubungan dengan aplikasi tersebut. Pernyataan ini menunjukkan perlunya kajian lebih lanjut mengenai dampak finansial pada rumah tangga di dusun tersebut.
G (21) juga menyinggung daya tarik aplikasi itu: awalnya pengguna kerap diberi janji atau iming-iming keuntungan, sehingga menarik minat sebagian warga. “dari cerita yang saya dengar awal nya itu dikasih banyak keuntungannya,” ujarnya.
Sebagai upaya pencegahan, G (21) mengusulkan pendekatan sederhana berupa peningkatan literasi digital dan kehati-hatian pengguna ponsel. Ia menasihati warga agar tidak mudah tergiur janji keuntungan tanpa melihat konsekuensi di baliknya. “jangan tergiur olh keuntunganya coba di lihat belakang”nya gimana,” tutur G (21).
Author: Hikmah Cahyo S.










