portalarjuna.net, Pasuruan – Sebagai bekal sebelum terjun ke tengah masyarakat, Divisi Pengabdian Masyarakat, Departemen Penelitian, Pengabdian, dan Publikasi Ilmiah ASPIKOM Korwil Jawa Timur menyelenggarakan Pembekalan Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif ASPIKOM Jatim Impact Collaboratory 2026 secara daring, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di kawasan masyarakat Tengger, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Mengusung tema “Connecting Campus, Community, Culture and Industry”, pembekalan difokuskan untuk membangun kesiapan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan masyarakat sekaligus berkontribusi dalam pengembangan desa wisata penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melalui pendekatan komunikasi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
Program KKN kolaboratif tahun ini melibatkan mahasiswa dari enam Program Studi Ilmu Komunikasi di Jawa Timur, yaitu Universitas Yudharta Pasuruan, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Universitas Islam Balitar Blitar, Universitas Darussalam Gontor, dan STIKOSA-AWS Surabaya. Selama pelaksanaan KKN, para peserta akan berkolaborasi mengembangkan berbagai program yang berfokus pada komunikasi pariwisata, promosi digital desa, pemberdayaan UMKM, dokumentasi budaya, serta penguatan kapasitas masyarakat di kawasan hinterland Bromo.
Pembekalan diawali dengan materi “Mengenal Masyarakat dan Budaya Suku Tengger sebagai Mitra Pengabdian” yang disampaikan oleh Zainul Ahwan, S.Sos., M.I.Kom. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diajak mengenal karakter masyarakat Tengger, nilai-nilai budaya yang masih dijaga hingga kini, etika bermasyarakat, struktur kepemimpinan adat, salam khas masyarakat Tengger, hingga arah pengembangan desa wisata di kawasan penyangga TNBTS. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu menyusun program kerja yang selaras dengan kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan kearifan lokal.
Materi berikutnya disampaikan oleh Putri Aisyiyah Rachma Dewi, M.Med.Kom. mengenai Etika Akademik, Pencegahan Pelecehan Seksual, Perundungan (Bullying), dan Kekerasan di Lingkungan KKN. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga profesionalisme, integritas akademik, serta menciptakan lingkungan KKN yang aman, inklusif, dan saling menghormati.
Selanjutnya, Mochamad Hasyim, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Chief Editor Jurnal Soeropati–Journal of Community Service, menyampaikan materi tentang Strategi Penulisan Artikel Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat. Pada sesi ini, mahasiswa dibimbing untuk mendokumentasikan hasil pengabdian menjadi artikel ilmiah yang berkualitas sehingga mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjadi luaran akademik dari kegiatan KKN.
Sebagai materi penutup, Jamroji, S.Sos., M.Comms. membawakan materi mengenai Penyusunan dan Perancangan Program Kerja serta Pelaporan KKN Kolaboratif Tematik Komunikasi Pariwisata. Mahasiswa dibekali strategi menyusun program kerja yang berbasis potensi lokal, kebutuhan masyarakat, serta menghasilkan luaran yang terukur dan berkelanjutan.
Melalui pembekalan ini, ASPIKOM Korwil Jawa Timur berharap seluruh peserta memiliki kesiapan akademik, sosial, dan kultural sebelum terjun ke masyarakat. Kolaborasi enam perguruan tinggi ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang mendukung pengembangan desa wisata dan pelestarian budaya Tengger. Zainul Ahwan, S.Sos., M.I.Kom., selaku Ketua Penyelenggara KKN Kolaboratif ASPIKOM Jatim Impact Collaboratory 2026, menegaskan bahwa pembekalan ini bertujuan membangun cara pandang mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian. “Mahasiswa harus hadir sebagai mitra masyarakat, menghormati budaya lokal, dan bersama-sama mengembangkan potensi desa wisata agar memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.








