Portalarjuna.net, Pasuruan- Tutur, 15 Juli 2026 – Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 11 Universitas Yudharta Pasuruan menggelar pelatihan bertajuk “Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi sebagai Upaya Pengelolaan Limbah Rumah Tangga dan Peningkatan Nilai Ekonomis” di Desa Tutur, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Rabu (15/7).
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara ramah lingkungan. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diajak mengubah minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.
Pelatihan diikuti oleh sekitar 20–25 peserta yang terdiri atas perwakilan ibu-ibu PKK, anggota Fatayat NU, serta kader Posyandu Desa Tutur.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berperan sebagai panitia sekaligus pendamping peserta. Selain bertugas sebagai Master of Ceremony (MC), mahasiswa juga mendampingi proses praktik pembuatan lilin aromaterapi secara langsung, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga pencetakan lilin. Pendampingan dilakukan agar setiap peserta mampu memahami teknik pengolahan dengan baik dan dapat mempraktikkannya kembali secara mandiri di rumah.
Materi pelatihan disampaikan oleh Aminatuz Zukhriyah, M.Pd, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 11 Universitas Yudharta Pasuruan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa minyak jelantah tidak seharusnya dibuang sembarangan karena dapat mencemari lingkungan dan saluran air. Sebaliknya, limbah tersebut masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk kreatif yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomis.
Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat tidak lagi menganggap minyak jelantah sebagai limbah yang tidak berguna. Dengan kreativitas dan keterampilan yang sederhana, limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bahkan berpotensi menambah pendapatan keluarga. Harapannya, program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tutur, ujar Aminatuz Zukhriyah.
Sementara itu, Ibu Kepala Desa Tutur, Namirah Yasmine, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan oleh mahasiswa KKN Universitas Yudharta Pasuruan. Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, tetapi juga menawarkan solusi nyata terhadap permasalahan limbah rumah tangga yang selama ini sering dihadapi warga.
Pelatihan berlangsung dengan lancar, interaktif, dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat, melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan serta mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.













