Portalarjuna.net, Tosari – Universitas Yudharta menegaskan komitmennya dalam membina karakter mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ngadiwono, Dusun Banyumeneng, yang resmi ditutup dengan acara pelepasan mahasiswa dari lokasi pengabdian.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Universitas Yudharta, Bapak Rifai, menyampaikan bahwa program KKN ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan sarana pembelajaran nilai-nilai kehidupan bermasyarakat yang tidak diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan. Selama masa pengabdian, mahasiswa Yudharta turut ambil bagian dalam berbagai program kerja bersama mahasiswa dari kampus lain, sekaligus berbaur langsung dengan kehidupan warga Dusun Banyumeneng.
“Harapannya kegiatan ini bisa bermanfaat bagi mahasiswa tentang gotong royong, kesederhanaan, dan kearifan lokal yang didapat dari Desa Ngadiwono, Dusun Banyumeneng,” ungkap Bapak Rifai.
Lebih lanjut, Bapak Rifai menegaskan bahwa momen pelepasan ini tidak boleh dimaknai sebagai titik akhir hubungan antara kampus dan desa. Sebaliknya, ia berharap hal ini menjadi tonggak awal terjalinnya hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.
“Pelepasan ini bukan akhir, tapi awal dari silaturahmi panjang dan berkelanjutan antara Aspikom kampus dan desa,” tambahnya.
Melalui pernyataan ini, pihak Universitas Yudharta berharap program KKN dapat terus menjadi jembatan penghubung antara dunia akademik dan masyarakat, sekaligus mencetak lulusan yang memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap persoalan di lingkungan sekitarnya.
Author : Salsabilah Rachma
KKN Kolaboratif ASPIKOM 6 Kampus Resmi Berakhir, Ketua Pelaksana “Kita Disatukan Kebersamaan, Dipisahkan Keadaan”
Portalarjuna.net, Tosari – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif yang diikuti oleh mahasiswa dari enam perguruan tinggi anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) resmi berakhir, ditandai dengan acara pelepasan mahasiswa dari lokasi pengabdian di Dusun Banyumeneng, Desa Ngadiwono.
Kolaborasi lintas kampus ini menjadi wujud sinergi antar-perguruan tinggi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, di mana mahasiswa dari latar belakang kampus yang berbeda dilebur dalam satu tim untuk merancang dan menjalankan program kerja bersama selama masa KKN berlangsung.
Ketua KKN Kolaboratif ASPIKOM menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar seluruh program kerja yang telah dilaksanakan dapat diterima dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Dusun Banyumeneng. Ia juga menyoroti kebersamaan yang terjalin erat antar-mahasiswa lintas kampus selama masa pengabdian, meski pada akhirnya harus terpisahkan oleh keadaan seiring berakhirnya program.
“Semoga masyarakat Banyumeneng menerima program kerja kita dengan sebaik-baiknya, dan semoga yang kita berikan bermanfaat bagi masyarakat Banyumeneng. Kita disatukan dengan kebersamaan dan dipisahkan oleh keadaan,” ujar Ketua KKN Kolaboratif ASPIKOM.
Pernyataan tersebut mencerminkan kesan mendalam yang dirasakan mahasiswa peserta KKN Kolaboratif ASPIKOM selama menjalani masa pengabdian. Meski program resmi berakhir dan masing-masing mahasiswa akan kembali ke kampus asal, kebersamaan yang terjalin selama KKN diharapkan tetap menjadi kenangan dan pelajaran berharga, sekaligus modal sosial untuk kolaborasi ASPIKOM di masa mendatang.
Author : Salsabilah Rachma














