Pasuruan, Jawa Timur
Jumat, 30 Oktober 2026

Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

portalarjuna.net-PONOROGO — Bagaimana sekolah dapat membangun citra yang kuat sekaligus menyebarkan nilai-nilai Islami melalui media sosial? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Pelatihan Manajemen dan Kreativitas Konten Instagram untuk Penguatan Branding Islami Sekolah Hadlonah Darussalam yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom), Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), pada Senin (26/10/2026), pukul 10.00–13.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Hadlonah Darussalam ini diikuti oleh 11 peserta, terdiri atas pengurus Yayasan Hadlonah dan guru yang bertanggung jawab mengelola media sosial sekolah.

Pelatihan ini merupakan kegiatan pertama dalam rangkaian program PkM Ilkom UNIDA Gontor yang berfokus pada penguatan kemampuan pengelolaan media sosial sekolah. Instagram tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengunggah foto dan video kegiatan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas, proses pembelajaran, dan nilai-nilai Islami kepada masyarakat. Melalui strategi konten yang terencana dan konsisten, sekolah diharapkan mampu membangun kepercayaan orang tua serta memperluas jangkauan informasi kepada calon peserta didik.

Narasumber pertama, Elfa Nuzila, M.Med.Kom., menyampaikan materi “Desain Konten Instagram dengan Canva”. Dalam sesi ini, peserta mempelajari prinsip desain visual, mulai dari pemilihan warna, penggunaan tipografi, pengaturan tata letak, hingga pembuatan template konten yang sesuai dengan karakter sekolah. Elfa menekankan pentingnya menyampaikan informasi secara terarah melalui desain yang sederhana dan mudah dipahami. “Satu pesan utama untuk setiap desain,” jelas Elfa dalam materi pelatihan.

Elfa juga menjelaskan bahwa konsistensi visual dapat membantu membangun identitas Instagram sekolah. Penggunaan dua hingga tiga warna utama, pemilihan maksimal dua jenis huruf, serta pengaturan ruang kosong dan tata letak menjadi bagian penting dalam menghasilkan desain yang rapi. Peserta turut mempelajari pengelolaan profil Instagram, seperti penulisan bio yang jelas, pencantuman alamat dan kontak resmi, serta penggunaan fitur Highlight untuk mengelompokkan informasi penerimaan peserta didik baru, fasilitas, kegiatan ekstrakurikuler, tahfidz, dan prestasi sekolah.

Selain desain feed, peserta diperkenalkan pada pembuatan konten carousel untuk dokumentasi kegiatan, edukasi pengasuhan anak (parenting), dan penyampaian nilai-nilai Islami. Melalui praktik Canva, peserta diarahkan untuk membuat template yang dapat digunakan secara berkelanjutan sehingga tampilan Instagram sekolah lebih teratur dan mudah dikenali. Strategi tersebut diharapkan membantu pengelola media sosial menyajikan informasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bermanfaat bagi audiens.

Materi kedua disampaikan oleh Bambang Setyo Utomo, M.I.Kom., dengan topik “Mengubah Video Kegiatan Sekolah Menjadi Reels yang Menarik”. Dalam pemaparannya, Bambang mengajak peserta memahami bahwa video kegiatan sekolah sebaiknya tidak berhenti sebagai dokumentasi, tetapi perlu dikemas menjadi cerita yang menarik dan memiliki pesan. “Dari dokumentasi biasa menjadi cerita yang menarik,” tutur Bambang saat menjelaskan gagasan utama dalam pengemasan video kegiatan sekolah.

Bambang juga menekankan pentingnya pengelolaan akun media sosial secara profesional. Menurutnya, media sosial sekolah dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk memperluas pengenalan sekolah kepada masyarakat, tetapi juga untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan. “Jika akun media sosial dikelola secara profesional, dampaknya bukan hanya membuat sekolah semakin dikenal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari amal jariyah kita,” ujarnya. Pesan tersebut menegaskan bahwa konten pendidikan yang bermanfaat dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai Islami sekaligus menyebarkan kebaikan melalui ruang digital.

Untuk mendukung praktik pembuatan Reels, peserta mempelajari teknik pengambilan video menggunakan telepon pintar dengan format vertikal 9:16, pencahayaan yang memadai, kestabilan kamera, dan variasi jarak pengambilan gambar. Materi juga mencakup penyuntingan menggunakan CapCut, seperti memotong bagian yang tidak diperlukan, menambahkan teks atau subtitle, memilih musik yang sesuai, dan menggunakan transisi secara sederhana. Selain aspek teknis, peserta mendapatkan pemahaman mengenai etika publikasi video anak, termasuk pentingnya memperoleh izin publikasi, menjaga privasi, dan memastikan konten yang ditampilkan layak untuk dikonsumsi publik.

Kedua materi tersebut saling melengkapi dalam membangun strategi branding Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam. Desain visual yang konsisten membantu memperkuat identitas sekolah, sementara Reels yang dikemas melalui alur cerita dapat membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik untuk disaksikan. Penggunaan keterangan unggahan (caption) yang jelas, informatif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islami juga menjadi bagian penting agar pesan dalam setiap unggahan dapat dipahami serta mendorong interaksi positif dengan audiens.

Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Nurhana Marantika, M.A.; Bambang Setyo Utomo, M.I.Kom.; Tubagus Novalul Barokah, M.Med.Kom.; dan Elfa Nuzila, M.Med.Kom. Melalui pelatihan ini, pengurus yayasan dan guru diharapkan mampu menerapkan strategi pengelolaan Instagram secara lebih terarah, kreatif, dan profesional. Pada akhirnya, media sosial diharapkan tidak sekadar menjadi etalase kegiatan sekolah, tetapi juga menjadi sarana komunikasi yang memperkuat branding Islami, memperluas jangkauan informasi pendidikan, dan menyebarkan pesan kebaikan kepada masyarakat.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial