Dinamika Asrama A Pondok Ngalah

""

KATA PENGANTAR

Assalamualikum Wr. Wb

Salam sejahtera bagi kita semua.

Tiada satupun kalimat yang patut kita haturkan melainkan puji syukur kepada sang kreator dunia, yang telah memberikan hidayahnya sehinggah makalah ini dapat tersaji dengan bahasan yang cukup menarik yakni dinamika asrama A pondok pesantren ngalah purwosari pasuruan.

Ucapan terima kasih kami hatrurkan kepada seluruh pihak yang telah membantu perjalannan penyususnan makalh ini. tim penulis kelompok 6 yang telah banyak berkontribusi baik secara materi maupun energy, kepada dosen pengampu. yang loyal dan sabar membimbing kami, kepada Sahabat Komunikasi semester 1 yang menginspirasi, kepada pihak pesantren, kepengurusan sekertaris Asrama A cak alan, cak pandi Tu pusat pesantren yang merelahkan waktu, dan memberikan data-data yang penulis butuhkan dan tak lupa kepada media internet yang mempermuda kami menyelesaikan tugas.

Penulis telah berusaha untuk dapat menyusun Makalah ini dengan baik, namun penulis menyadari sebagai manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Saran dan kritik yang membangun penulis harapakan demi perbaikan makalah ini. Semoga bermanfaat.

Pasuruan, 10 Desember 2014

Penyusun

Kelompok 4 Muslim Dkk

DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………………………………………………. i

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………………………………… ii

Bab 1 Pendahuluan ………………………………………………………………………………………………….. 1

1.1 Latar belakang …………………………………………………………………………………………. 1

  • Rumusan masalah …………………………………………………………………………………….. 2

1.3 Tujuan Pembahasan ………………………………………………………………………………….. 2

  • Kajian Pustaka………………………………………………………………………………………….. 2
    • Dinamika sosial budaya……………………………………………………………… 2
    • Tentang Asrama A pondok Ngalah……………………………………………… 4

Bab 2 Pembahasan …………………………………………………………………………………………………… 7

  • Faktor pendorong dinamika Asrama A………………………………………………………… 7

2.2 Bentuk-bentuk dinamika Asrama A…………………………………………………………….. 9

Bab 3 Penutup …………………………………………………………………………………………………………. 14

  • Kesimpulan ……………………………………………………………………………………………… 14
  • Rekomendasi …………………………………………………………………………………………… 14

Daftar Pustaka …………………………………………………………………………………………………………. 15

BAB 1

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan, yang dapat berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, tetapi ada juga yang berjalan dengan cepat. Perubahan-perubahan hanya akan dapat ditemukan oleh seseorang yang sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu dan membandingkannya dengan susunan dan kehidupan masyarakat pada waktu yang lampau. Seseorang yang tidak sempat menelaah susunan dan kehidupan masyarakat desa di Indonesia misalnya akan berpendapat bahwa masyarakat tersebut statis, tidak maju, dan tidak berubah. Pernyataan demikian didasarkan pada pandangan sepintas yang tentu saja kurang mendalam dan kurang teliti karena tidak ada suatu masyarakat pun yang berhenti pada suatu titik tertentu sepanjang masa. Orang-orang desa sudah mengenal perdagangan, alat transportasi modern, bahkan dapat mengikuti berita-berita mengenai daerah lain melalui radio, televisi, dan sebagainya yang kesemuanya belum dikenal sebelumnya.

Perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan lain sebagainya.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat dunia dewasa ini merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat ke bagian-bagian dunia lain berkat adanya komunikasi modern. Penemuan-penemuan baru di bidang teknologi yang terjadi di suatu tempat dengan cepat dapat diketahui oleh masyarakat lain yang berada jauh dari tempat tersebut.

Perubahan dalam masyarakat memang telah ada sejak zaman dahulu. Namun, dewasa ini perubahan-perubahan tersebut berjalan dengan sangat cepatnya sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya, yang sering berjalan konstan. Perubahan memang terikat oleh waktu dan tempat. Akan tetapi, karena sifatnya yang berantai, perubahan terlihat berlangsung terus, walau diselingi keadaan di mana masyarakat mengadakan reorganisasi unsur-unsur struktur masyarakat yang terkena perubahan.

Seiring dengan itu penulis menganalis dinamika asrama A pondok pesantren ngalah dalam kajian sosial budaya, yang selanjutnya disajikan dalam bentuk makalah.

  • Rumusan Masalah

Agar tidak lari dari pembahasan, maka ada baiknya penyusun rumuskan masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, antara lain :

  • Bagaimana bentuk –bentuk dinamika sosial budaya di Asrama A Pondok Pesantren Ngalah Purwosari?
  • Apakah yang menjadi faktor dinamika sosial budaya di Asrama A Pondok Pesantren Ngalah ?
  • Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

  • Memahami bentuk –bentuk dinamika sosial budaya di Asrama A Pondok Pesantren Ngalah Purwosari.
  • Mengetahui factor pendorong dinamika sosial budaya di Asrama A Pondok Pesantren Ngalah.
  • Kajian Pustaka
    • Dinamika sosial budaya

Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok, semangat kelompok (group spirit) terus-menerus ada dalam kelompok itu, oleh karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat kelompok yang bersangkutan dapat berubah.

Dalam literature antropologi menjelaskan bahwa dinamika mengandung arti sebagai suatu proses bertambah atau berkurangnya sebuah nilai maupun norma, budaya.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.

Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang bersifat individual sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya relatif kecil. Perubahan ini meliputi struktur, fungsi, nilai, norma, pranata, dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia, organisasi atau komunitas, termasuk perubahan dalam hal budaya.

Perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut :

1) Perubahan dalam arti kemajuan (progress) atau menguntungkan.

2) Perubahan dalam arti kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat.

Jika perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan, masyarakat akan berkembang. Sebaliknya, perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami kemunduran.

Adanya pengenalan teknologi, cara mencari nafkah, migrasi, pengenalan ide baru, dan munculnya nilai -nilai sosial baru untuk melengkapi ataupun menggantikan nilai – nilai sosial yang lama merupakan beberapa contoh perubahan sosial dalam aspek kehidupan. Dengan kata lain, perubahan sosial merupakan suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda dari keadaan sebelumnya.

Ada dua faktor yang dapat menyebabkan terjadi perubahan sosial, yaitu faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan juga faktor yang berasal dari luar masyarakat. Faktor yang bersumber dari masyarakat itu sendiri meliputi : bertambah atau berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan baru, pertentangan-pertentangan dalam masyarakat, dan terjadinya pemberontakan atau resolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri. Sedangkan, faktor yang berasal dari luar masyarakat meliputi : sebab-sebab yang berasal dari lingkungan fisik yang ada di sekitar manusia, peperangan dengan negara lain, dan pengaruh kebudayaan lain.

Selain adanya faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial, adapula faktor yang mendorong dan juga menghambat perubahan sosial. Faktor yang mendorong terjadinya perubahan yaitu : kontak dengan kebudayaan lain, sistem pendidikan yang lebih maju, sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju, toleransi, sistem lapisan masyarakat yang terbuka, penduduk yang heterogen, ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu, orientasi ke muka, dan juga nilai meningkatkan taraf hidup.

Faktor yang menghambat terjadinya perubahan soaial adalah : kurangnya hubungan dengan masyarakat lain, perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat, sikap masyarakat yang tradisionalistis, adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat, rasa takut akan terjadinya kegoyahan kebudayaan, prasangka terhadap hal-hal yang baru, hambatan ideologis, kebiasaan dan nilai pasrah.

Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern.

Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi  istem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain.

Dengan memahami definisi perubahan sosial dan budaya di atas, maka suatu perubahan dikatakan sebagai perubahan sosial budaya apabila memiliki karakteristik sebagai berikut.

  1. Tidak ada masyarakat yang perkembangannya berhenti karena setiapmasyarakat mengalami perubahan secara cepat ataupun lambat.
  2. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan akan diikuti perubahan pada lembaga sosial yang ada.
  3. Perubahan yang berlangsung cepat biasanya akan mengakibatkan kekacauan sementara karena orang akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.
  4. Perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau spiritual saja karena keduanya saling berkaitan.
  • Tentang Asrama A Pondok Pesantren Ngalah

Berdirinya pondok pesantren Ngalah adalah berawal dari gagasan beliau KH. Sholeh Bahrudin beliau setelah merampung pendidikan dari berbagai pesantren, beliau berkeinginan untuk mendirikan pondok pesantren sekaligus juga terdapat lembaga formalnya. Semangatt beliau untuk dalam mewujudkan gagasanya tak kunjung padam, keinginan hijrah dari tempat kelahiranya untuk mendirikan sebuah pesantren mewarnai dibenak pemikiran beliau sehingga hal tersebut diungkapkan kepada sang guru (KH. Munawwir,Mursyid Thoriqoh Naqsabandiyah Wal Qodiriyah) dan dengan ikhlas sang guru memberikan restu.

Untuk mendirikan pondok pesantren tidaklah semudah yang kita bayangkan seperti hanya membalikkan telapak tangan, tetapi perlu adanya usaha keras dan diikuti dengan kesabaran yang lebih. Pengasuh(KH. Sholeh Bahrudin)mendapat pesan khusus dari sang guru dalam pencarian lokasi pesantren, pesan tersebut antara lain :

  1. Kowe yen dholek panggonann kudu ora adoh lan ora cedek songko pasar
  2. Panggonan mau ora adoh songko dalan sepur
  3. Panggonan mau ora adoh songko ratan (jalan raya)
  4. Panggonan mau pendudu’e isih tipis imane
  5. Panggonan mau durung ono panggonan masjid
  6. Panggonan mau kudu ono pinggir tengene dalan

Untuk menemukan lokasi sesuai dengan amanah dari sang guru, sangat sulit hampir saja sang pengasuh Hijrah ke Kalimantan. Dengan kesabaran dan disertai ikhtiar akhirnya sang pengasuh menemukan lokasi tersebut, tepatnya didusun pandean desa sengonagung kecamatan purwosari pasuruan.

Tak lama setelah menemukan lokasi yang sesuai dengan pesan sang guru akhirnya berangkat menuju lokasi dengan ekal sederhana yaitu anyaman dari bambu (gedhek) serta peralatan dan sedikit bahan makanan. Dengan berangkat bersama 9 santri murid ayahanda tepatnya pada tanggal 12 syawal tahun 1407.

Langkah awal yang dilakukan KH. Sholeh Bahrudin adlah mendirikan sebuah masjid danrumah kecil, sebagai saran ibadah, pembelajaran dan tempat tinggal. Masjid tersebut berfungsi sebagai tempat ibadah jum’at masyarakat karena masjid sebelumnya terlalu jauh, selain itu mengajak masyarakat bermusyawarah dan komunikasi. Dalam pembuatan masjid tersebut banyak mendapatkan bantuan dari masyarakat setempat, namun sebelum masjid dibangun para santri ditempatkan dimusholah bapak huri (tetangga pondok).

Hari demi hari pergantian waktu dan dengan izin Allah SWT kurang lebih 15 hari masjid dan rumah yang terbuat dari bambu sudah selesai. Akhirnya akhirnya berdirilah masjid yang diberi nama Darut Taqwa dan resmi ditempati bertepatan hari raya Idul Adha, kemudian tahun 1987 bangunan direhab menjadi bangunan yang kokoh dan diresmikan dengan acara pengajian oleh KH. Yasin dan KH. Abdullah.

Pada awal pengembangan pondok KH. Sholeh Bahrudin banyak mendapat tantangan dan perlawanan sampai-sampai difitnah berzinah dengan santrinya sendiri. Dengan sabar dan ketabahan beliau mendapat ilham yang awalnya pesantren Darut Taqwa diganti pesantren Ngalah, dengan berbagai macam latar belakang dan strategi yang sudah direalisasikan oleh KH. Shholeh Bahrudin maka terwujudlah cita-cita perjuangan yang telah diharapkan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Darut Taqwa, maka selanjutnya merumuskan beberapa visi dan misi yaitu sebagai berikut :

MOTTO

اَلْمُحَافَظَةُ عَلَى الْقَدِيْمِ الصَّالِحِ وَالْأَخْذُ بِالْـجَدِيْدِ الْأَصْلَحِ

“Melestarikan nilai-nilai klasik yang baik dan mengambil nilai-nali modern yang lebih baik “

 

VISI

“Membentuk santri yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt., berakhlakul karimah, mampu menjawab tantangan jaman serta memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap permasalahan keagamaan, pendidikan, sosial budaya, nilai-nilai kemasyarakatan dan kebangsaan”.

MISI

  1. Menanamkan akidah dan mengamalkan syari’at Islam yang berlandaskan Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah
  2. Memberdayakan potensi santri dalam wawasan Keagamaan, Keilmuan, Keorganisasian, Kemasyarakatan, dan Kebangsaan sesuai dengan kultur pesantren
  3. Menyiapkan santri yang unggul dalam IMTAQ dan IPTEK
  4. Mengimplementasikan nilai-nilai pesantren yang Rahmatan Lil ‘Alamin dalam dinamika kehidupan bermasyarakat.

 

Letak Geografis

Asrama A terletak disebelah Selatan rumah Ndalem Pengasuh PonPes Ngalah dan berada dikanan Jalan Pandean No. 16 Desa Pandean Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Kode Pos 67162.

BAB II

PEMBAHASAN

 

  • Faktor pendorong dinamika sosial budaya di Asrama A Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan

 

Para Ilmuwan sosial berpendapat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika sosial adalah sebagai berikut :

  1. Faktor Geografis

Lingkungan fisik dapat mempengaruhi santri untuk mudah atau sulit mengalami perubahan. Letak asrama A yang berada dekat dengan ndalem pengasuh pesantren, menjadi daya tarik tersendiri bagi wali santri untuk menaruh putranya diasrama ini, artinya asrama a merupakan barometer kyai dalam menilai kualitas pesantren karena tiap waktu belaiu langsung yang menjadi imam sholat santri yang mukim di asrama a.

Disamping itu perubahan factor geogarafis juga tampak jelas, dengan banyaknya tamu yang berkunjung ke ndalem pengasuh, di banding asrama yang lain asrama A lah yang merupakan tempat paling ramai dikunjungi masyarakat sehingah penjual kaki limapun banyak berjajaran didepan asrama. Hal ini merupakan indicator bahwa geografis sanagt berperan dalam dinamika sosial budaya

  1. Faktor Teknologi

Penemuan-penemuan teknologi telah mengakibatkan perubahan sosial yang sangat luas dalam masyarakat. Tak dapat dipungkiri seiring dengan majunya teknologi, tumbuh banyak rental, warnet dan semacamnya, termasuk pesantren juga menyediakan warnet santri sebagai sarana penunjang, dampaknya cukup signifikan disampingg mempermuda santri untuk mengaksis berita,informasi dan kebutuhan-kebutuhan yang terkait keilmuan. Terkadang banyak santri yang menyalahgunkan serta menyalah artyikan fasilitas. Sehingga santri yang awalnya lihai, rajin dalam mengaji kitab kini banyak yang melanjeng lebih rajin on-line dari pada membuka kitab kuningnya.

  1. Faktor Ideologi

Ideologi dasar yang terdiri dari keyakinan dan nilai-nilai yang bersifat kompleks terdapat pada setiap masyarakat. Ideologi dapat dijadikan alat untuk memelihara dan juga membantu mempercepat timbulnya perubahan.  Asrama A pondok ngalah merupakan salah satu pesantren yang lahir dari jamaah nahdatul ulama yang berideologi ahlusunah waljamaah. Pesantren NU pada umumnya berprinsip pada ideology “melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil budaya baru yang lebih baik” sehingga tak heran bila idiologi tersebut dapat menjadi amunisi untuk tidak menolak budaya-budaya baru dan ini merupakan peluang besar menajdikan asrama a pondok pesantren ngalah mengalami dianami yang cepat.

  1. Faktor Kepemimpinan

Perubahan-perubahan sosial sering kali dipelopori oleh pemimpin yang kharismatik karena mereka mampu menarik pengikut-pengikut dalam jumlah besar yang akan bergabung dengan mereka dalam gerakan sosial.

Tipe kepemimpinan yang diterapkan adalah tipe karismatik seorang pengasuh Kyai, beliau mempuyai power kekuatan dan pengaruh besar dalam mengatur serta membuat kebijakan-kebijakan yang dapat membawa dianamika positif pesantren, selain kyai juga dibantuh para santri senior yang diangkat dan diamanahi sebagai menduduki jabatan Kepala Pondok , Kepala Asrama dan segenap jajarannya. Mulai dari awal berdirinya Asrama A sudah mengalami banyak pergantian kepala diantaranya yaitu :

  • Tahun 1985-2000 (K.H Soleh Bahrudin) Masih Global
  • Tahun 2001-2003 (Ust. Durrotun Nasihin S.PdI)
  • Tahun 2004-2005 (Ust. Yasir Arafat S.PdI )
  • Tahun 2006-2007 (Ust. Zainuri S.PdI)
  • Tahun 2007-2011 (Ust. Abdurrahman S.PdI M.PdI)
  • Tahun 2011- 2014 (Ust. M. Hasyim S.PdI)
  • Tahun 2014- sekarang (Ust. Abd. Ghofar S.PdI)
  1. Faktor Santri (Jumlah Penduduk)

Peningkatan atau penurunan jumlah santri secara radikal dapat menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial. Perkembangan kuantiktas santri diasrama a semakin meningkat data akhir tahun 2014 menyebutkan telah tercatat 344 oramg, hal ini tentu menjadi factor terjadinya perubahan sosial mengingat latar belakang santri yang bukan mono daerah melainkan dari masyarkat heterogen. Jumlah ini sebenarnya sudah melebihi kuata yang direncanakan sebab bangunannya yang semestinya hanya dihuni 220 santri, hal ini dipacu karena banyaknya wali santri yang memaksa untuk menaruh buah hatinya berada di asrama ini. Dalam penerimaan santri baru tahun kemarin planingnya sudah tidak menerima santri masuk lagi, tapi desakan orang tua yang sangat berharap anaknya tetap bermukim diasrama ini akhirnya, kebijakan memutuskan untuk menambha dengan catatan belum mendapat fasilas kotak, sbegaimana dalam persetujuan pendaftaran.

  • Bentuk –bentuk dinamika sosial budaya di Asrama A Pondok Pesantren Ngalah Purwosari

Bentuk-bentuk dinamika ini penulis tinjau dari konsep wujud budaya yang diuatarakan oleh Ahli.  J.J. Hoenigman, menyebutkan bahwa bentuk/wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

1.Gagasan (Wujud ideal)

 

Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan,nilai-nilai,norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

Dalam kaitannya dengan manifestasi budaya hal ini dapat ditinjau dari peraturan yang berlaku yang telah banyak mengalami perubahan dan sudah disesuaikan dengan kebutuhan situasi kondisi.

PERATURAN KEGIATAN WILAYAH ASRAMA A

PONDOK PESANTREN NGALAH

Jl. Pesantren Ngalah No. 16 Pandean Sengonagung Purwosari Pasuruan 67162 PO BOX 04 Jatim Telp. (0343) 613786

KEWAJIBAN

  1. Peraturan kegiatan ba’da maghrib sampai isya’
  2. Setelah jama’ah maghrib semua santri harus membaca fatihah bersama-sama
  3. Membaca utawi bersama-sama
  4. Semua santri harus mengikuti kegiatan sorogan
  5. Semua santri dilarang keluar ketika kegiatan berlangsung mulai maghrib sampai jama’ah sholat isya’
  6. Peraturan kegiatan ba’da sholat isya’
  7. Semua santri wajib berangkat sekolah diniyah
  8. Semua santri harus mengikuti wajib belajar ketika sepulang diniyah
  9. Diatas jam 23.00 dilarang keluar asrama dan diharuskan semua santri untuk beristirahat dikamarnya masing-masing
  10. Peraturan kegiatan ba’da shubuh
  11. Semua santri diwajibkan mengikuti kegiatan MQ (Madrasatul Qur’an) sesuai kelasnya masing-masing
  12. Peraturan kegiatan Ba’da sholat ashar
  13. Semua santri harus mengikuti pengajian Tafsir jalalain dan Ta’lim muat’allim setiap hari kecuali hari jum’at
  14. Semua santri harus mempunyai kitab tafsir dan ta’limul muta’allim
  15. Semua santri dilarang dikamarnya ketika kegiatan pengajian berlangsung
  16. Tata tertib berjama’ah
  17. Semua santri harus mengikuti sholat jama’ah
  18. Ketika berjama’ah harus pakai baju yang sopan
  19. Harus mengisi barisan sholat dan tidak boleh keluar sebelum wiridan selesai
  20. Peraturan pemberangkatan sekolah
  21. Sekolah formal
  • Batas waktu paling akhir berangkat sekolah pagi jam 06.50 WIB
  1. Sekolah diniyah
  • Batas waktu paling akhir berangkat sekolah diniyah 15 menit setelah jama’ah isya’
  1. Selama waktu KBM berlangsung tidak diperkenankan berada dalam kamar atau lingkungan asrama
  2. Aturan piket
  3. Membersihkan asrama bergilir waktu pagi dan sore
  • Halaman lingkungan asrama, masjid dan depan ndalem
  1. Kamar mandi setiap malam jum’at
  • Kolahan serta lantai kamar mandi dan WC

LARANGAN

  1. Semua santri dilarang keras
  2. Guyon fisik, bertengkar, berkelahi, tawuran antar teman dan berkata kotor.
  3. Membawa HP, MP3, Flashdisk, atau alat elektronik lainnya.
  4. Merokok, ghosob (meminjam tanpa ijin) apalagi mencuri.
  5. Membuat gaduh, ramai, teriak-teriak, dimanapun kapanpun, khususnya waktu tawajjuhan thoriqoh.
  6. Main PS ke warnet, tidur dikamar lain dan berada dikamar waktu sekolah baik formal maupun non formal.
  7. Lain-lain
  8. Bila ada keluhan atau masalah apapun sampaikan kepada pengurus/manfaatkan kotak kritik dan saran bila takut atau sungkan.
  9. Santri yang sering tidak masuk sekolah akan ada penanganan ganda baik dari formal maupun non formal.
  10. Bila ada ancaman, perlakuan keras dari siapapun segera laporkan ke ketua kamar/keamanan.
  11. Manfaatkanlah waktumu dengan sebaik-baik mungkin.
  12. Sanksi,ta’zir dan hukuman

Bagi santri yang melanggar ketentuan diatas maka akan diperingatkan secara tegas dan diberi hukuman/ta’ziran yang sesuai serta pemanggilan wali santri.

Sengonagung, 01 Juni 2014

Abd. Ghofar, S.PdI   Khisbul Maulana El Romadhon
Kepala Asrama Sekretaris

2.Aktivitas (tindakan)

 

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan.

Diera 2007-2010 dalam masa kepemimpinan Ust. Abdurrahman M.Pdi, merupakan barometer pesantren untuk dapat nilai plus. Ada beberapa kegiatan yang tak ada duannya diasrama lainnya yang menjadi ikon bahkan diakui bukan hanya lingkup pesantren akan ketenarannya melalui program biah arobih.

Program biah arobiah merupakan aktifitas yang harus diimplementasikan dalam setiap dekit, jadi setiap santri berkewajiban untuk kompeten dalam materi maupun aplikasi berkomunikasi dengan bahasa arab.

Selain program wajib bahasa arab, juga program takror sebagai aktivitas gladi santri dalam kehidupan bermasyarakat dan sebagai wahana perkembangan skill keagamaan seperti; membaca kitab kuning, pidato,MC, qiroah, manaqib, dibaiyah. Dll.

Namun aktivitas-aktivitas tersebut sekarang tidak bisa berjalan secara maksimal semenjak datangnya santri baru yang sulit menerima budaya berbahasa arab. Sedangkan takror tidak bisa menjadi sebauah wahana lagi karena ada beberapa factor yang telah disebutkan diatas..

3.Artefak (karya)

Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain.

Pada tahun 1985 awal proses berdirinya asrama A, ketika itu setelah pembangunan Masjid dan tempat tinggal Kiayi Sholeh yang terbuat dari bahan sederhana yang terbuat dari (gedek) anyaman bambu yang dirampungkan dalam waktu  15 hari, ada salah seorang warga kembang kuning yang benama Bapak Nur Salim datang dengan senang hati memberikan mushollah pribadinya yang berupa gubuk terbuat dari anyaman bambu berukuran 4 m2, untuk dijadikan pondok angkring yang kemudian diberi nama Pondok Pesanren Darut Taqwa yang merupakan cikal bakal dari asrama A, yang dihuni santri yang sejak awal membantu Kiayi Sholeh yang berjumlah enam orang yaitu Asy’ari, M. Thohari, Imam Syafi’i, Maghfur, dan M. Sholeh. Setahun kemudian teman-teman yang lain ikut serta membantunya.

 

 

Gambar bangunan asrama A doc arsip asrama A

Pada tahun 1986 dengan gotong royong masyarakat sekitar Kiayi berhasil merehab Masjid yang semi permanen dengan menggunakan batu bata dalam waktu yang cukup singkat dan membangun Pondok bertingkat yang berjumlah empat kamar yang menjadi asrama A yaitu A1, A2,. A3, A4 yang sekarang menjadi kamar A1, A2, A8, dan A9. Sebuah pengembangan Pondok Pesantren Darut Taqwa yang kala itu santri terus bardatangan dari berbagai daerah dari tahun ke tahun seiring itu pula santri yang bermukim bertambah dan terus bertambah sehingga tuntutan untuk menambah tempat mukim harus segera disediakan oleh Pondok Pesantren sehingga dibangunlah asrama baru.

Dengan semakin bertambahnya santri yang menghuni asrama A, dibuatlah kebijakan untuk mengatur santri dengan mengkhususkan santri penghuni asrama A dengan santri yang berstatus formalnya SLTP. Tidak hanya itu, karena termasuk asrama tertua di Pondok Ngalah, bangunannya banyak yang rapuh dan akhirnya pada tahun 2008 asrama A diperbaiki. Dan sampai sekarang asrama A memiliki 19 ruang kamar, 1 ruang kantor dan 1 ruang tamu. Dan seirng dengan datangnya cucu pendiri pesantren untuk ikut ribuan santri menutut ilmu di pesantren, akhirnya ditambah sebuah kamar khusus yang bertempat di depan kantor asrama dengan memotong tempat pengiriman santri.

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  • Kesimpulan

Dalam literature antropologi menjelaskan bahwa dinamika mengandung arti sebagai suatu proses bertambah atau berkurangnya sebuah nilai maupun norma, budaya.

Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang bersifat individual sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun keadaannya relatif kecil. Perubahan ini meliputi struktur, fungsi, nilai, norma, pranata, dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia, organisasi atau komunitas, termasuk perubahan dalam hal budaya.

Perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut :

1) Perubahan dalam arti kemajuan (progress) atau menguntungkan.

2) Perubahan dalam arti kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang

menguntungkan bagi masyarakat.

Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern.

Bentuk –bentuk dan faktor dinamika sosial budaya di Asrama A Pondok Pesantren Ngalah Purwosari selaras dengan Para Ilmuwan sosial yang berpendapat berpendapat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika sosial diantaranya yaitu faktor Santri (Jumlah Penduduk), Faktor Kepemimpinan, Faktor Ideologi, Faktor Teknologi, Faktor Geografis.

  • Rekomendasi
  1. Untuk mahasiswa jangan segan-segan untuk berpatisipasi mengaplikasikan konsep tri darma karena merupakan barometer kita dapat dikatakan seoarng intelektual.
  2. Bagi pengurus dan santri asrma A Pondok Ngalah, tidak dilarang kita berusaha berubah kearah yang baik akan tetapi perlu diingat bahwa dalam proses menuju harapan perubahan itu tentu mengalami banyak rintang yangtidak muda diselesaikan dengan cara-cara yang akulitas.
  3. Bagi pembaca layaknya tulisan-tulisan penulis sebelumnya tentu makalah ini masih jauh dari kesempuranaa, maka saran kritik penulis harapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://yogaahasbi.blogspot.com/2012/04/dinamika-sosial-budaya-dan.html
  2. http://edukasi.kompasiana.com/2014/04/12/dinamika-masyarakat-dan-kebudayaan-646475.html
  3. http://www.slideshare.net/canangbagus/perubahan-sosial-dan-dinamika-pemerintahan
  4. https://hannanoeryanti.wordpress.com/dinamika-sosial-budaya/
  5. http://adhwiantkusumaputera.blogspot.com/2013/01/makalah-antropologi-dinamika-sosial.html
  6. http://inaharta09.blogspot.com/2013/01/perubahan-sosial-budaya-dalam-masyarakat.html
  7. http://asri-smanka.blogspot.com/2013/01/contoh-perubahan-budaya-dan-persebaran.html
  8. Khisbul/data asrama/sekertaris/ 2014. Bank Data Asrama A.. doc
  9. Literature Antropologi Ma Darut Taqwa Purwosari 2011.
  10. Alfandi j/Data/Tu/ PPN/ desember/ 2014/profil ppn..doc

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.