Anjuran Memperbanyak Amalan di 10 Hari Terakhir Ramadhan

""

Al-Habib Ahmad bin Novel Salim Jindan, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hawthah Al-Jindaniyah.

PortalArjuna.net-Pasuruan, Bagaimana persiapan kita menyambut 10 hari terakhir Ramadhan yang di dalamnya terdapat satu malam kemuliaan bernama Lailatul Qadar.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi perhatian besar terhadap 10 hari terakhir Ramadhan ini. Beliau memerintahkan kaum muslimin agar mencari Lailatul Qadar dengan memperbanyak amal saleh.

“Diriwayatkan bahwa Nabi ‘alaihis-shalatu wassalam senang menggandakan amal di bulan Ramadhan lebih dari bulan-bulan lain. Pada masa 10 hari terakhir Ramadhan, baginda Nabi lebih rajin lagi beramal dari pada seluruh bulan Ramadhan itu,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hawthah Al-Jindaniyah Habib Ahmad bin Novel Jindan yang menukil perkataan Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam Kitab An-Nasoih Ad-Diniyyah.

Para ulama rahimahumullah berkata, kemungkinan adanya Lailatul Qadar itu berlaku pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Karena itu, setiap mukmin harus menyiapkan diri mencari malam Lailatul Qadar itu pada setiap malam dari malam-malam bulan Ramadhan.

“Hendaklah untuk malam itu memperbanyak amal saleh. Apabila tidak saja malam Lailatul Qadar, ia tetap sibuk dengan amalannya, tekun berzikir kepada Allah Ta’ala, tidak lalai, atau lupa,” kata Habib Ahmad melalui websitenya http://alhabibahmadnoveljindan.org

Orang yang beramal dengan ketaatan Allah pada malam Lailatul Qadar menjadi amalannya lebih utama dari amalan seribu bulan. Para ulama berselisih pendapat dalam menentukan waktunya. Sebagian dari mereka mengatakan, bahwa malam Lailatul Qadar itu tidak tertentu pada satu malam dari malam-malam bulan Ramadhan. Yang lain mengatakan, bahwa malam itu berpindah-pindah, tidak dapat ditentukan pada sesuatu malam yang tetap.

“Pendapat saya malam Lailatul Qadar itu tidak tertentu, dan mungkin sekali berlaku pada malam lain dari malam-malam sepuluh hari terakhir Ramadhan. Meskipun pendapat terbanyak mengatakan bahwa kemungkinan berlakunya malam Lailatul Qadr itu pada malam-malam sepuluh hari terakhir,” jelas Habib Ahmad.

Perbanyaklah amal ibadah dan perbuatan baik di bulan Ramadhan sesuai kemampuan. Karena kelebihan bulan ini semua amalan dilipatgandakan. Ramadhan memberikan pahala yang banyak dan kemudahan terdorongnya seseorang melakukan amal baik.

Terkait ganjaran belipat ganda ini, ada suatu riwayat mengatakan bahwa salat sunnah di bulan Ramadhan diganjar pahala salat fardhu. Sedangkan pahala salat fardhu digandakan seperti pahala 70 shalat selain bulan Ramadhan. Inilah perniagaan yang sama sekali tidak merugikan.

Adapun tentang kemudahan terdorongnya mengerjakan kebajikan di bulan Ramadhan, karena nafsu yang ammarah bissu’ (yang sering menyeret kepada kejahatan), ketika itu terpenjara disebabkan lapar dan dahaga. Setan terbelenggu dan tidak dapat mengacau dan mengajak manusia untuk berbuat jahat.

Karena itu, tidak ada halangan bagi seseorang untuk berbuat baik dan beramal saleh. Sebagaimana seorang mukmin harus memperbanyak ibadah pada bulan Ramadhan. Berlomba-lomba untuk mengerjakannya.

“Demikian pula hendaknya ia mengamati diri dari melakukan dosa dan maksiat. Seharusnya ia meletakkan dirinya sejauh yang boleh dari perkara-perkara yang dilarang agama. Sebab maksiat dalam masa-masa yang dimuliakan Allah itu dosanya amat besar, sama seperti dilipatgandakannya pahala amal ibadah dan kebajikan yang dikerjakan,” kata Habib Ahmad.

Semoga Allah Ta’ala memberi kita taufik-Nya agar bisa beramal saleh di bulan Ramadhan termasuk menghidupkan malam-malam di 10 hari terakhir Ramadhan. (Intan)

https://kalam.sindonews.com/read/23761/69/anjuran-memperbanyak-amalan-di-10-hari-terakhir-ramadhan-1589137549

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.