Jangan Bikin Muram, Berikut Hikmah Lebaran di Rumah Aja Edisi Covid-19

""

Gambar : Potrait Charisma Nadiyya

Hari Raya Idul fitri atau lebaran merupakan satu momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Saat lebaran, sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga besar. Momen ini dimanfaatkan untuk saling bermaaf-maafan satu dengan yang lain, makan-makan, hingga berbagi THR ke keponakan.

Sayangnya, suasana lebaran tahun ini berbeda dengan lebaran sebelumnya. Sebab, kita masih berada di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perkumpulan atau bepergian ke luar kota demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Untuk itu, lebaran edisi Covid-19 kali ini dirayakan di rumah saja. Tentunya dengan adanya kebijakan ini membuat hari kemenangan nanti akan diselimuti rasa rindu dan pilu. Namun demikian, kita harus tetap belajar menerima. Segala hal yang kita jalani ini demi keselamatan diri maupun orang lain. Kita masih dapat saling bermaaf-maafan dan silaturahmi dengan memanfaatkan gadget.

Meski sebagian dari kita merasa lebaran tahun ini suram, namun ada beberapa hikmah yang diperoleh loh! Apa saja? Berikut beberapa hikmah lebaran edisi Covid-19 tahun ini.

1. Nggak Perlu Beli Baju Baru

Bagi sebagian masyarakat, lebaran kurang lengkap rasanya jika tidak memakai baju baru. Bahkan sebagian keluarga sampai memakai baju baru seragam. Nah, dengan adanya lebaran di rumah saja ini, kita jadi nggak perlu ribet beli baju baru dan nggak perlu mikirin outfit lebaran. Toh, baju yang dipunya masih banyak yang bagus kan? Uangnya juga bisa ditabung untuk keperluan lain.

2. Nggak Ribet Nyiapin Kue

Lantaran tidak akan ada banyak tamu yang ke rumah, lebaran tahun ini jadi nggak perlu ribet beli-beli dan menyiapkan banyak kue. Kita hanya perlu kue secukupnya saja yang kemungkinan besar juga dihabiskan oleh orang-orang rumah.

3. Nggak Repot Tukar Uang Pecahan Kecil untuk THR Ponakan

THR untuk ponakan seperti sudah menjadi ritual tahunan yang harus dilaksanakan oleh beberapa orang. Rezeki banyak maupun sedikit, THR akan diusahakan untuk menyenangkan keponakan tercinta.

4. Nggak Capek Silaturahmi dan Basa-Basi

Bagi sebagian orang, Idul Fitri berarti mengunjungi setiap rumah orang yang dikenal untuk silaturahmi. Kebiasaan ini bisa menjadi sangat melelahkan. Belum lagi di rumah selalu saja ada tamu setiap jamnya. Basa-basi juga terkadang sangat menguras energi. Lantaran saat ini kita dilarang bersentuhan dengan orang lain, kita jadi nggak perlu capek-capek melakukan itu semua. Silaturahmi dan bermaaf-maafan bisa dilakukan melalui gadget sambil rebahan!

5. Terhindar dari Pertanyaan “Kapan Nikah?”, “Kapan Lulus?”, atau “Kapan Punya Anak?”

Poin ini pasti disenangi oleh orang-orang jomblo atau yang masih berusaha lulus kuliah, hingga keluarga yang belum punya anak. Momen lebaran biasa menjadikan beberapa orang merasa insecure karena mendapatkan pertanyaan-pertanyaan ini. Meski tujuannya basa-basi atau sekadar ramah tamah, beberapa orang sangat sensitif dan tersinggung mendapatkan pertanyaan tersebut.

Lebaran di rumah saja tentu akan membuat orang-orang ini senang karena tidak ada yang menanyakannya “Udah lulus belum?”, “Udah kerja belum?”, “Kapan nikah?”, “Kapan punya momongan?”, hingga tidak bertemu keluarga yang memamerkan anak-anaknya yang bisa bikin insecure. (irnaa)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.