Ternyata Pacaran Ada Sejarahnya, Inilah Sejarah Tentang Pacaran Yang Jarang Diketahui Orang

""

Sumber : @sejutamuslim

PortalArjuna.net- Pasuruan, Pelajaran sejarah telah diajarkan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, mulai dari sejarah negara, kerajaan, pahlawan, dll. Namun tidak ada satu sekolahpun yang mengajarkan tentang sejarah pacaran karena memang banyak yang tidak mengetahui kalau pacaran ternyata juga punya sejarah.

Pacaran merupakan fenomena yang relatif baru yang muncul setelah Perang Dunia pertama terjadi. Sebelum itu, hubungan laki-laki dan perempuan bersifat formal, di mana laki-laki harus datang mengunjungi pihak perempuan dan keluarganya jika ingin menjalin sebuah hubungan.

Pada era abad ke-17 hingga abad 18, perempuan tidak boleh bepergian sendirian tanpa ditemani keluarga. Jadi, Laki-laki yang berkeinginan untuk menjalin hubungan dengan seorang perempuan, harus menjumpai keluarga perempuan tersebut dan secara formal memperkenalkan diri serta meminta izin untuk berhubungan dengan perempuan tersebut sebelum mereka dapat melangkah ke hubungan yang lebih jauh.

Pacaran adalah pemberontakan terhadap tradisi perjodohan yang ada pada waktu itu. Dalam masyarakat barat pada era itu, orangtua mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam menentukan pasangan untuk anaknya sehingga hak-hak dan pilihan anak tidak dihargai, bahkan pernikahan bisa terjadi tanpa cinta dan ketertarikan. Pernikahan adalah sebuah perjodohan antara dua keluarga.

Tujuan awal pacaran adalah menemukan pasangan yang tepat untuk menikah. Seiring waktu berjalan, pernikahan mulai menjadi keputusan individual, bukan lagi otoritas keluarga. Rasa cinta serta saling ketertarikan satu sama lain mulai menjadi dasar utama seseorang untuk menikah.

Itulah sejarah awal munculnya tradisi pacaran di dunia. Saat ini aktivitas pacaran telah mengalami pergeseran makna. Banyak remaja melakukan pacaran hanya untuk bersenang-senang, bukan untuk tujuan serius menemukan pasangan hidup. Semoga dengan informasi ini, para remaja akan menjadi lebih bijak dalam menyikapi pacaran. (dhea)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.