Cagar Budaya, Goa Jepang Eduwisata Penuh Sejarah di Pasuruan

""

Sumber Gambar : Instagram @yoghadimas

PortalArjuna.Net-Pasuruan, Jarang di ketahui publik, ternyata ada peninggalan sejarah pada masa Jepang, mereka menyebutnya Goa Jepang terdapat di Watukosek-Pasuruan.

Dihimpun dari SWARA.Pangandara.com, Seperti yang diungkapkan Suprianto, Pemandu Wisata Cagar Alam Pangandaran, Benteng Jepang tersebut di bangun oleh sekitar 300 orang warga dengan cara kerja paksa oleh tentara Jepang dengan sebutan romusha. Kalau menurut informasi Romusha yang membuat benteng Jepang dari berbagai daerah tapi kebanyakannya orang Sunda dan Jawa, termasuk orang Pangandaran,” ujar Suprianto belum lama ini. Benteng Jepang dibangun selama 3,5 bulan dengan panjang sekitar 1 Km dari Pantai Pasir Putih Barat hingga pintu masuk timur Cagar Alam Pangandaran. Konstruksinya berupa parit dan bunker (ruangan bawah tanah).

“kalau bentuknya parit-parit seperti tempat tentara untuk berperang dan ada beberapa ruangan bawah tanah untuk lakukan pengintaian,” tuturnya.

Tempatnya di kaki bukit Gunung Perahu sebelah selatan dari jalan raya, awal mulanya sebelum ditemukan goa ini, masyarakat menemukan pasir dundukan yang kemudian masyarakat penasaran akhirnya mereka gali, tidak disangka warga menemukan 12 Goa mereka menamai “Goa Jepang”.

Bahkan menurut warga setempat yang sempet di ceritakan sejarahnya oleh warga asal situ, sebelum goa ini di duduki oleh Jepang, sudah dipergunakan oleh masa Belanda.

Asyik menikmati cagar budaya sambil menghirup udara segar kehijauan, bukan hanya dipergunakan untuk wisata, Goa Jepeng memfasilitasi ilmu sejarah yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang, inilah kejelasan beberapa goa:

Goa 1 Terlihat lebih besar dari goa-goa lainya, lokasi tepat di dekat parkiran, goa yang diperkuat depanya oleh batu bata terlihat begitu kokoh, dan dilapisi oleh lumut-lumut kering, sontak di Goa 1 selalu di buat swafoto pengunjung. Goa 2 Berjarak 50 meter dari Goa berikutnya, akhirnya menemukan Goa ke-2, bentuknya sangat kecil dan perkiraan tidak muat di masuki oleh orang, Goa 4 lebarnya setengah dari Go 1, lebih besaran juga dari Goa yang nomor 2, kami melihat Goa itu saja dikarenakang masih tertimbun tanah dan lumut yang tebal sehingga tidak dapat terlihat oleh mata.

Bukan hanya itu saja, melihat cagar budaya daerah juga free melihat pemandangan dari atas Gunung Perau, sunrise maupun sunshet yang didapat dari atas sana lebih indah juga. Ujar pengunjung.

(UH)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.