Hujan Tiba, Pecinta Tempe Mengeluh

""

PortalArjuna.Net-Purwosari, Kurangnya pasokan kedelai akan memicu pada naiknya harga kedelai di pasaran sehingga berdampak pada produksi makanan berbahan baku kedelai seperti tahu dan tempe.

Selain kurangnya pasokan kedelai, pecinta tempe dan tahu resah dikarenakan tempe yang dibeli dipasaran hasilnya juga jelek seperti tempenya itu rusak saat dipotong yang kemudian digoreng untuk dimakan. Hal tersebut terjadi sebab cuaca dingin yang diakibatkan hujan yang terjadi setiap hari. Di musim hujan seringkali para pecinta tempe resah dan mengeluh.

Para penjual dan pembuat tempe juga merasakan halyang sama seperti konsumen. Meski kurangnya pasokan kedelai, harga tempe yang dijual tetap stndart seperti biasanya. Sebab penjual tersebut tidak mau kehilangan pelanggan tempenya. Seperti yang dirasakan oleh pak Lukman warga kembang kuning purwosari ini.

“Meski harga kedelai mahal dan hasil tempe sering tidak jadi atau tidak sempurna saya akan tetap menjual dengan haga seperti biasa, harga kedelaiyang mahal bukan menjadi masalah. Sebab hanya penghasilan dari tempe ini yang bisa membuat saya dan keluarga saya bisa hidup”. Ujar pak Lukman (penjual tempe).

Hal ini bisa terjadi sebab harga kedelai impor naik. Dan di musim penghujan seperti ini tempe sulit jadi sebab cuaca yang dingin. Akibatnya tempe rusak dan sulit saat akan di goeng atau diolah menjadi sebuah masakan.

 

(ZM)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.