Jadi Aktivis Hingga Tua, Hj. Basyiroh Shoimuri Patut Jadi Inspirasi Wanita

""

Gambar : https://www.nu.or.id/post/read/76141/jadi-aktivis-hingga-tua-ini-kisah-hj-basyiroh-shoimuri-


PortalArjuna.Net – Solo, Meski kata berumur muda sudah jauh dari raut muka beliau, namun tutur kata beliau sangat berciri khas sebagai aktivis tegas dan bersemangat! Basyiroh merupakan kader saat IPPNU baru terdiri. Bersama dengan Umroh Mahfudzoh dan kawan-kawan lainnya di Pesantren Masyhudiyah Keprabon Solo, ia menyaksikan terbentuknya organisasi yang dulu bernama IPNU Putri itu. Pada zaman dahulu menurut beliau,  perjuangan bersama IPPNU sangatlah berat. Namun, minimnya fasilitas yang ada tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk mengadakan pertemuan.

“Kami sering pergi dengan jalan kaki dari Keprabon ke Kantor PCNU Solo di Jalan Honggowongso,” kenang Nyai Basyiroh

Kini, di usianya yang hampir genap 80 tahun, Nyai Basyiroh mengabdikan  hidupnya untuk menemani para murid dan santri di Madrasah Al-Hidayah, yang didirikan bersama mendiang suami. Selain itu ia juga masih mengisi pengajian ibu-ibu di wilayah Tuban. Nampaknya dunia dakwah dan sosial terus menjadi bagian penting dari hidupnya.

Beliau juga mengelola Majelis Taklim Al-Istiqomah Jenu. Jumat Pahing ia mengisi pengajian di Masjid Agung Tuban. Kemudian Jumat Pahing di salah satu mushola Desa Glodog, Palang, dan masih banyak lagi kegiatan lain yang ia ikuti.

“Sebab prinsip hidup yang saya pegang: menjadi manusia yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa,” ujarnya.

Prinsip tersebut menjadi pegangan hidupnya, sehingga meski usianya semakin tua, namun tak menyurutkan langkahnya untuk tetap ikut berjuang dan memberikan manfaat untuk sekitarnya. Kisah Nyai Basyiroh ini memberikan inspirasi kepada wanita Indonesia, meski seorang wanita kadang terkurung oleh sebuah keterbatasan keadaan, namun beliau tidak pernah menyerah untuk memberi manfaat kepada sekitarnya.

 

(Alv)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.