Mengenal Habib Alwi Assegaf, Salahsatu Ulama di Kota Pasuruan yang Makamnya Tidak Pernah Sepi

""

Sumber Google: makam habib alwi Pasuruan (youtube.com)


PortalArjuna.net-Pasuruan, Habib Alwi bin Segaf Assegaf sosok ulama yang makamnya sering dikunjungi para peziarah, khususnya di hari Jum’at. Makam yang terletak di daerah Kebonagung, Kota Pasuruan, Jawa Timur dan berdeketan dengan Masjid Agung di Kebonagung Pasuruan. Tidak hanya peziarah dari Pasuruan yang datang berziarah namun juga dari luar daerah Pasuruan juga banyak dan sering mengunjungi makam beliau.

Dengan keluasan ilmu dan keluhuran budi pekertinya, tak sedikit kaum musyrik yang masuk Islam, serta banyak juga orang fasik yang bertaubat. Di tangan beliau pula lahir para ulama. Meskipun dengan berbagai kemuliaan seperti itu, beliau lebih memilih untuk tidak dikenal orang.

Beliau adalah sosok ulama yang ahli ibadah. Beliau tak pernah meninggalkan sholat jamaah beserta rawatibnya. Siang dan malam istiqomah sholat sunnah, puasa, bersholawat dan ibadah lainnya. Setiap malam beliau selalu bangun untuk mendirikan sholat sekaligus bermunajat kepada sang pencipta. Di waktu senggang, beliau lebih suka menelaah kitab-kitab bermanfaat.

Salah satu guru yang paling berpengaruh dalam diri Habib Alwi adalah Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, pengarang Maulid Simtuddurar, dengan samudera ilmunya, habib Alwi diajarkan banyak kitab dalam bidang Tafsir, Fikih, Nahwu, dan berbagai ilmu sampai beliau mengizinkan Habib Alwi untuk mengajar.

Habib Alwi wafat pada tanggal 17 sya’ban 1336 Hijriyah. Ribuan manusia berjubel untuk memberi penghormatan kepada beliau. Salah satu tokoh yang turut menghadiri sholat jenazahnya adalah Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdor. Hubungan beliau dengan habib Muhammad memang sangat erat. Sebagai sahabat, Habib Muhammad tak segan turun langsung ke liang lahat untuk turut merebahkan jenazah Habib Alwi ke tanah.

Salahsatu karamah beliau yakni ketika pada masa hidupnya, sahabat beliau Habib Muhammad ingin sekali mencium tangan beliau tetapi tidak pernah diperbolehkan karena begitu tawadu’ beliau dengan sahabat sendiri, namun ketika beliau wafat sahabatnya ingin mencium pipi beliau tapi seketika itu tiba-tiba wajahnya memalingkan, Habib Muhammad keheranan dan untuk kedua kalinya mencoba mencium tetap saja berpaling. Secuil dari karomah beliau yang terlihat nyata.

 

(Ch)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.