Ramai Di Perbincangkan, Whatsapp Iklan Besar-Besaran Di Koran Seukuran Satu Halaman penuh

""

Gambar: Iklan WhatsApp di koran cetak India. Foto: REUTERS/Francis Mascarenhas

PortalArjuna.Net-purwosari, Pesan instan milik perusahan besar facebook menjadi perbincangan ramai di media social, pasalnya pada awal tahun WhatsApp sempat memberlakukan perubahan kebijakan privasi terhadap penggunanya. Yakni, pengguna WhatsApp di paksa setuju untuk berbagi berbagi data pribadi dengan Facebook.

Kebijakan baru tersebut banyak menuai protes dari pengguna whatsapp dan mengancam akan pindah ke aplikasi pesaingnya telegram

Dari hal tersebut facebook akhirnya memasang iklan besar-besaran di koran,meminta agar penggunanya tidak pergi, seperti di lansir Reuters.com Perusahaan tersebut kedapatan menaruh iklan WhatsApp berukuran satu halaman penuh di sejumlah koran cetak India

“WhatsApp tidak dapat melihat pesan pribadi Anda atau mendengar panggilan Anda, begitu pula Facebook. Setiap pesan pribadi, foto, video, pesan suara dan dokumen yang Anda kirim ke teman, keluarga dan rekan kerja Anda secara pribadi atau grup obrolan dilindungi oleh enskripsi ujung-ke-ujung,” tulis iklan tersebut.

Dikutip dari Fast Company, saking kelabakannya, mereka sampai harus membayar satu halaman koran demi meminta penggunanya tidak pergi dan menggunakan aplikasi lain.

Meski demikan, sudah terlalu banyak pengguna whatsapp yang telah salah mendeskripsikan maksud dari kebijakan baru tersebut, perusahaan facebook menjelaskan pembaruan tersebut hanya berlaku untuk percakapan dengan akun bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp. Artinya seluruh chat pengguna tidak akan bisa dibaca ole siapapun termasuk WhatsApp dan Facebook.

Di sisi lain, Pavel Durov sang Pendiri Telegram menyebutkan bahwa perpindahan ke Telegram dalam beberapa hari terakhir adalah migrasi digital terbesar dalam sejarah manusia, dengan catatan 25 juta pengguna baru dalam 72 jam.

 

(AN)

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.