Perdalam Moderatisme, PMII Ngalah Ajak PMKRI Cabang Malang

""

Foto bersama Pengurus PMII Ngalah dengan PMKRI Cabang Malang

PortalArjuna.Net-Pasuruan, PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Komisariat Ngalah khususnya Bidang 3 Keagamaan adakan Kajian Lintas Agama yang bertema Moderatisme dalam Merawat Keberagaman Bangsa dengan mengundang PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) Cabang Malang Pada Tanggal 23 Maret 2021 di UYP lebih tepatnya di Gedung NKRI Hall Meet lantai 2. Rabu (24/03).

Acara tersebut dihadiri kurang lebih 50 mahasiswa yaitu 5 pengurus PMKRI yaitu Erdus Anggal selaku Dpc. Hubungan Masyarakat Katolik, Antonia Maria Oy selaku Ketua Komisariat PMKRI IKIP Malang, Yohanes Paulus S. Ola, Frederikus Bintang Hayati, Oktafianus Riswanto dari Universitas yang berbeda, Dr. M. Anang Sholikhudin,S.Pd.i. M.Pd.i selaku Kepala Pusat Religius Pluralistik UYP, Khafidz Ainul Yaqin perwakilan PMII Cabang Pasuruan serta dari Kaderisasi PMII Ngalah sendiri sebagai tuan rumah acara tersebut.

Acara ini diawali dengan pembukaan, doa dipimpin oleh katolik, menyanyikan lagu yang dipimpin Paduan Suara Pergerakan, sambutan wakil ketua 3 komisariat, sambutan ketua komisariat yang di wakili oleh sekretaris komisariat. Selanjutnya, acara inti talkshaw lintas agama dan ditutup dengan sesi foto bersama dengan mengandeng tangan sebagai simbol wujud dari mempererat kerukunan antar umat beragama.

Agama sejatinya hadir untuk menjaga harkat dan martabat kemanusiaan yang mampu membangun pergaulan agama yang lebih manusiawi karena manusia yang baik adalah rahmatalilalamin dengan ini diperlukan sikap moderat agar keberagaman entitas bangsa bisa bersatu padu membangun peradaban negara Indonesia yang pluralisme.

“Islam ataupun agama lainnya tidak pernah mengajarkan kekerasan justru agamalah yang mengajarkan cinta dan kasih sayang yang merupakan manusia yang rahmatalilalamin” ujar Dr. M. Anang Sholikhudin, S.Pd.i. M.Pd.i.

“jika makan nasi tanpa lauk pauk maka akan terasa hambar sama halnya dengan Indonesia maka harus ada Islam, Katolik, Hindu, Budha, Kristen dan Konghucu agar indonesia berwarna” ujar Erdus Anggal.

Moderasi tidak hanya milik satu agama, lebih tepatnya moderasi beragama lekat pada setiap agama. Moderasi beragama dimaknai sebagai sikap beragama yang seimbang antara pengalaman agama sendiri (eksklusif) dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan (inklusif).

Khafidz Ainul Yaqin mengatakan moderat itu tidak kekiri dan tidak ke kanan tapi Menengah dalam artian menengah sesuai dengan sisi tempatnya masing-masing. Jika dalam ranah agama tetap agama, politik tetap politik. Bukan Agama dijadikan alat politikasi.

Tujuan diadakannya acara ini adalah menunjukkan bahwa organisasi PMII bertoleransi, menambah keberagaman kaderisasi yang menjaga kebhinekaan Indonesia serta merupakan langkah awal untuk menunjukkan bahwasannya Universitas Yudharta Pasuruan berbasis multikultural. Kajian Lintas agama ini masuk dalam Tripologi PMII yaitu Dzikir, fikir, Amal sholeh.

Bahrul Ulum selaku Presma UYP mengatakan Kajian Lintas Agama ini termasuk dalam Tripologi PMII yaitu Dzikir (ingat siapa kita), fikir (berfikir terkait Moderat), selanjutnya adalah kita harus Amal sholeh (melakukan yg sudah kita dapat hari ini).

Rere Ryan Tonio selaku Ketua Rayon Enstein mengatakan bahwasannya Acara pada hari ini sebagai tombak dan berkomitmen untuk menjaga dan merawat nilai-nilai pancasila serta merupakan langkal awal yang harus kita apresiasi karena kegiatan seperti ini sangat jarang sekali diadakan.

“PMII Ngalah akan membantu mendirikan organisasi PMKRI dan GMKI jika mahasiswa non muslim di Yudharta menjadi minoritas karena Organisasi PMII dibawah naungan Universitas Multikultural” Ujarnya.

“Acara Kajian Lintas Agama tidak akan berhenti disini tapi ini akan menjadi program kerja tetap.Di Bulan Juli diadakan PKD (Pelatihan Kader Dasar) yang dibuka dengan Seminar Nasional Lintas agama dengan mengundang kaderisasi setiap agama lainnya” Ungkap Al-Fakih Sekretaris Komisariat PMII Ngalah.

(Silviya)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.