Ibadah Dibuat Bahan Candaan, Sujud Freestyle Meresahkan Masyarakat Juga Berbahaya Bagi Kesehatan

""

PortalArjuna.Net-Pasuruan, Ramai diperbincangkan publik dengan adanya sujud freestyle, dengan vidio yang beredar anak-anak kecil melakukan freestyle saat sholat tarawih.

Pada postingan Facebook yang diunggah oleh akun milik Bombby ZR yang menunjukkan bahwa vidio sholat dengan freestyle ini sangat ramai diberpincangkan oleh publik.

Tidakpatut sekali karena ibadah dijadikan bahan candaan dan juga meresahkan, karena dapat menyebabkan resiko yang sangat fatal, tren yang diramaikan bocah cilik-cilik ini disebut-sebut saat melakukan sholat tarawih, disaat sujud beberapa anak malah melakukan gerakan semacam hand stand dengan bertumpu pada siku dan pergelangan tangan.

Banyak sekali vidio semacam itu beredar, awalnya lucu tapi lama kelamaan makin banyak yang menghujatnya.

Gerakan sujud freestyle mirip hand stand ini disebut-disebut terinspirasi oleh emoji game online, yaitu Free Fire, tidak jelas betul kenapa dari sekian banyak emoji yang dicontoh malah membahayakan diri sendiri.

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas menilai aksi sujud freestyle para bocah ini tak perlu dipermasalahkan. Menurut Anwar Abbas, sejumlah bocah itu mau shalat saja sudah dianggap bagus. Anwar Abbas menilai para bocah yang melakukan sujud freestyle itu sebaiknya ditegur dan diingatkan. Seiringdengan waktu, menurut Anwar Abbas, para bocah itu akan mengerti perihal sholat.

Dilansil dari klikdokter.com dijelaskan dr. Arina Heidyana, tren sujud dengan gerakan handstand ini sangat berbahaya bila tidak dilakukan oleh profesional atau orang terlatih. Terlebih lagi untuk anak yang tulangnya belum terlalu kuat dan lebih kecil dibandingkan orang dewasa.

Postur tulang yang relatif lebih kecil dan tipis pada anak-anak lebih berisiko mengalami patah tulang. Apalagi gerakan sujud freestyle ini dilakukan tanpa peregangan otot serta latihan memadai.

“Iya, bisa berbahaya karena ada kemungkinan risiko cedera saat melakukannya. Cederanya itu bisa membuat pergeseran sendi bahkan sampai patah tulang,” jelas dr. Arina.

 

(UH)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.