PC IPNU Kabupaten Pasuruan Terbitkan Surat Himbauan, Merespon Kejadian Viral Pelajar Coret Gapura

""

Pasuruan – Beberapa hari terakhir dihebohkan dengan kejadian yang tidak baik dilakukan oleh pelajar, merayakan kelulusan dengan cara konvoi, coret-coret hingga vandalisme.

Kegiatan yang meresahkan itu terjadi di gapura selamat datang antara puspo dengan tosari.

Merespon hal tersebut, PC IPNU Kabupaten Pasuruan (09/06) mengeluarkan surat himbauan kepada pelajar NU se kabupaten Pasuruan untuk merayakan kelulusan dengan hal yang positif.

Isi dari himbauan tersebut ada 5 poin meliputi :
1. Melaksanakan kegiatan tasyakuran kelulusan dengan doa bersama virtual di masing-masing pimpinan;
2. Tidak merayakan kelulusan dengan melakukan konvoi, coret-coret atau kegiatan lain yang merugikan masyarakat umum dan melanggar hukum;
3. Menyemarakkan campaign #pelajarpasuruansantun dalam setiap postingan media sosial di masing-masing pimpinan;
4. Ikut membantu pemerintah dalam memerangi pandemi covid-19 dan menjaga keamanan serta
ketertiban sekolah;
5. Melakukan semua poin di atas dengan senantiasa patuh terhadap protokol kesehatan.

Kita ini masih dalam kondisi pandemi, tidak baik kalau kita konvoi, coret-coret apalagi merusak fasilitas umum, rayakan kelulusan dengan berdoa, syukuran dan memohon kepada allah swt agar pandemi segera selesai, ujar M. Imam Subondo Ketua PC IPNU Kabupaten Pasuruan.

Surat himbauan tersebut di tujukan kepada pengurus PAC, PK Sekolah dan seluruh kader IPNU se kabupaten Pasuruan, mengingat mereka yang punya peran penting di sekolah.

Selain menghimbau untuk melakukan doa bersama secara virtual menurut Subondo sapaan akrab ketua PC IPNU Kabupaten Pasuruan juga berharap pimpinan di PAC dan PK Sekolah bisa mengontrol dan mengajak pelajar agar tidak melakukan hal serupa.

Kita berharap kejadian seperti itu tidak terulang kembali, dan ini menjadi yang terakhir. Kami siap memfasilitasi pelajar NU yang ingin membuat tasyakuran virtual atau kegiatan lainnya. Tutup Subondo

Sekretaris PC IPNU Kabupaten Pasuruan Nur Ali Farchan juga berpendapat bahwa ini menjadi tugas kita agar tidak terulang, bisa saja sekolah yang belum ada pengurus komisariat agar didirikan komisariat, mungkin menjadi solusi agar pelajar selain mengasah ilmunya juga mengasah bakatnya dalam hal seni.

Kepada seluruh pelajar yang melakukan coret-coret hingga viral kemarin, kami siap membantu dalam hal pendampingan psikologi terutama pendampingan dalam hal memohon maaf kepada pihak yang dirugikan, kami akan fasilitasi jika berkenan. Tutup Farchan Pemuda asal kecamatan Tutur tersebut.

Ini upaya PC IPNU Kabupaten Pasuruan dalam menjaga generasi penerus agar lebih baik kedepannya, hingga berita di terbitkan IPNU Kabupaten Pasuruan membuka komunikasi via DM instagram untuk bantuan pendampingan.

(LS)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.