Galery Kerajinan Rotan, Upaya Menggali Potensi Desa Cendono

""

Kabupaten Pasuruan, yang juga kerap dijuluki kota santri ternyata juga kaya akan adat, budaya, destinasi wisata, dan berbagai potensi. Salah satu potensinya terdapat di Desa Cendono Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Desa Cendono yang berlokasi di bawah lereng gunung Arjuna Kab. pasuruan ini, dulu terkenal dengan daerah Hutan Pinus. Namun, kini berhasil menambah ikon wisata dengan adanya Galery Kerajinan Tangan yang terbuat dari bahan Rotan.

Galery Kerajinan Tangan yang terletak di Dusun Sumberyudho Desa Cendono menjadi salah satu wadah pengembangan dan peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.

Sejarah berdirinya Galery Kerajinan Tangan, bermula dari seorang petani yang mempunyai teman orang belanda, lalu ia memberikan modal sebesar kurang lebih 20 jt untuk mengelolah & mengembangkan budi daya kerajinan rotan.

Potensi inilah yang mendorong seorang warga bernama Edi Santoso, dan beberapa rekannya ingin mengembangkan kerajinan anyaman. Setelah mendapat dukungan dari masyarakat desa yang akhirnya membangunkan Galery Kerajinan Tangan di Desa Cendono.

Ia mempersilakan kepada masyarakat yang ingin bekerja di tempatnya untuk mendukung perekonomian masyarakat desa cendono, mulai dari pemuda yang masih sekolah sampai orang dewasa.

Hasil Rotan tersebut di bentuk menjadi berbagai macam produk, mulai dari keranjang buah, tempat sampah, kursi pantai dan lain lain ia buat secara manual tanpa menggunakan mesin.

“Kami yang kerja di galery punya misi yaitu untuk mengembangkan rotan. Kami berfikir kerja bukan hanya sekedar mengumpulkan pundi-pundi uang, tapi bagaimana bisa meningkatkan potensi desa dan hasil olahan rotan bisa memenuhi permintaan pasar,” ujar Pemilik kerajian rotan itu.

Pemilik rotan dan rekan-rekannya terus berusaha merekrut masyarakat setempat untuk bergabung di galery, terutama kaum muda. Gunu untuk meningkatkan perekonomian dan potensi yang ada di desa cendono.

Int_kkn29

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.