KISAH MBAH MADU BRONTO

""

Portalarjuna.net,-Purwosari, Nama Mbah Madu Bronto sudah melekat di hati penduduk Desa Cendono, namun siapa Mbah Madu Bronto itu tak satupun narasumber yang bisa mengetahui asal-usul beliau secara lebih rinci. Dari hasil wawancara kepada tokoh masyarakat di Desa Cendono, kisah Mbah Madu Bronto ini memiliki banyak versi.

Dahulu, Mbah Madu Bronto datang di Cendono seorang diri tidak berkeluarga dan tidak menikah di Cendono. Saat berada di Cendono, Mbah Madu Bronto menetap di Dempok Cendono, kemudian pulang ke Madura ( karena berasal dari Madura ) kemudian datang lagi dan pulang lagi ke Madura, lalu datang lagi dan meninggal di Cendono. Sehingga sulit untuk diketahui silsilahnya.

Karena banyaknya ilmu yang disumbangsihkan kepada penduduk Desa Cendono sehingga nama Mbah Madu Bronto menjadi termashur sampai sekarang. Mbah Madu Bronto meninggal dan di makamkan di Dempok Cendono. Sampai saat ini masih ada beberapa peninggalan beliau, diantaranya pusaka tombak kudi rancang, tombak kudi samut, ranjang tidur, tiang macapat (4 tiang penyangga), dan batu tempat sholat.

Gambar : Peninggalan Mbah Madu Bronto di Museum Dempok

Hingga saat ini, Dempok Cendono Menjadi Pepunden atau tempat yang dihormati oleh seluruh masyarakat Desa Cendono. Menurut Bapak Tawi selaku juru kunci makam juga menegaskan bahwa peziarah makam tidak hanya masyarakat setempat saja, masyarakat luar kecamatan maupun kabupaten juga banyak. Hal ini dapat kita temukan pada hari tertentu misalnya malam Jum’at Legi, banyak yang bekunjung untuk maksud-maksud tertentu misalnya dalam masalah kerezkian, pangkat, kedudukan, juga tentang perjodohan, setelah terkabul permintaannya mereka datang lagi dengan membawa Tumpeng untuk tasyakuran.

Dari kepercayaan masyarakat saat akan melakukan hajatan apapun, mereka akan melakukan barikan di makam Mbah Madu Bronto. Barikan adalah tradisi masyarakat yang diyakini dapat menjembatani kontrol sosial, yakni dapat menciptakan suatu situasi dan kondisi yang aman, damai, rukun, dan berharap mendapat keberkahan dari Yang Maha Kuasa.

Dari berbagai Narasumber yang kami temui, sosok Mbah Madu Bronto itu masih mesterius, karena tidak ada satu pun penduduk Desa Cendono yang dapat mengungkap rahasia kisah beliau.

Huri_kkn29

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.