Awas! Rentenir Berkedok Koperasi Marak Di Pasuruan

""

Portal Arjuna.net, Tidak bisa dipungkiri Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai sektor, salah satu yang terdampak penghasilannya adalah pedagang dan buruh. Masalah ini ternyata diperparah dengan masih adanya praktik sejumlah oknum dengan modus meminjamkan uang disertai bunga tinggi bisa disebut rentenir berkedok koperasi khususnya di daerah pasuruan dan sekitar.

Rentenir berkedok koperasi ini beroperasi dengan cara keliling ke kampung-kampung dan kewarung-warung. Kebanyakan alamat kantornya di luar Pasuruan, seperti Kabupaten Probolinggo dan Malang, Perbedaannya dengan koperasi jelas. Kalau koperasi, anggotanya jelas. Ada simpanan pokoknya. Ada anggaran rumah tangganya. Sedangkan, dalam lembaga KSP milik perorangan, mereka yang meminjam dana pasti dianggap sebagai anggota. Banyak yang mengistilahkan KSP seperti itu dengan pelesetan bank cicilan awan. Sebagian menyebut bank titil.

Tutik warga desa payaman membenarkan, bahwa rentenir berkedok koperasi memang masih banyak di wilayah pasuruan dan sekitarnya, dengan meminjamkan uang kebanyakan sasarannya adalah pedagang kecil, dan saat pengembalian disertai bunga berlipat, Misalnya nasabah pinjam Rp 1 juta, maka cicilannya Rp 130 per pekan selama 10 kali, sehingga total uang yang harus dibayar nasabah Rp1,3 juta.

Selain dari Bunga 30% dari jumlah pinjaman pokok ada lagi biaya administrasi sebesar 20% jadi kalo kita meminjam 1 juta makan unag yang diterima hanya 800 ribu saja,’’ tambahnya.

Praktik seperti itu jelas tidak sesuai dengan kaidah koperasi yang seharusnya menganut falsafah dari anggota, oleh anggota, untuk anggota.

Andi M.S

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.